Breaking

Showing posts with label Berita Dewasa. Show all posts
Showing posts with label Berita Dewasa. Show all posts

Wednesday, November 16, 2016

1:55 PM

Cerita Dewasa Tentang Malam Penuh Cinta

Cerita Dewasa Tentang Malam Penuh Cinta

Cerita Dewasa Tentang Malam Penuh Cinta
Cerita Dewasa Tentang Malam Penuh Cinta

Cerita Dewasa Tentang Malam Penuh Cinta


Malam Penuh Cinta - Kisah Mesum, Kisah Mesum Terbaru, Kisah Mesum Nyata, Kisah Mesum Terbaik, Kisah Mesum Hot, Jumat, 25 April 2011, kira-kira pukul 07:00 malam, saat itu aqu lagi lembur di kantor. Bosan dengan keadaan, akhirnya aqu keluar kantor dulu sebentar, ya sekedar cari angin atau kasarnya cuci mata kali ya. Akhirnya mobil kuparkirkan di pelantara pusat pertokoan yang ada di tengah-tengah kota kembang. Wahh, seger juga nih, jadi tidak BT lagi. Sembari berjalan menelusuri trotoar, aqu melihat beberapa produk yang dipajang di etalase, secara kebetulan, mataqu tertuju ke stan penjualan produk alat-alat kosmetik. Mataqu tidak lepas memandang sosok tubuh yang rasanya seperti kukenal. Dengan ragu-ragu aqu hampiri juga stan kosmetik itu. Tidak jauh dari stand itu, aqu diam dulu beberapa saat Sembari memeperhatikan sosok tubuh yang rasanya kukenal.

Setelah yakin kalau sosok tubuh itu adalah orang yang kukenal, dengan hati berdebar kupanggil namanya.
”Sie..! Kamu Desie khan..?” kataqu Sembari menunjuk ke arahnya.Sosok tubuh yang kupanggil namanya merasa kaget juga mendengar panggilanku. Untuk beberapa saat dia memandang ke wajahku Sembari mengernyitkan keningnya. Dalam hati mungkin dia sedang mengingat-ngingat, yang pada akhirnya.
”Erick..? Kamu Erick..?” katanya dengan wajah yang agak keheranan.
“Yup..! kirain udah lupa, Sie..,” kataqu Sembari menyodorkan tanganku.
”Ya nggak akan lupa dong Rick, gimana kabarnya..?” katanya Sembari menyambut uluran tanganku.
”Baek-baek Sie. Kau sendiri gimana..?” kataqu.
”Baek juga Rick..,” ucap Desie Sembari menyibakkan rambutnya yang panjang sebahu.
Perlu diketahui, Desie (bukan nama sebenarnya) ini adalah teman SMA saya dulu, orang tuanya tingal di Jakarta. Di kota kembang ini dia tinggal dengan kakaknya yang kebetulan mereka ini bisa disebut anak kost. Desie punya perawakan lumayan tinggi, dengan tubuh yang cukup ideal (di mataqu), hidung yang mancung, dan buah dadanya yang lumayan juga ukurannya. Kami mengobrol bermacam-macam, tentang seputar masa SMA dulu. Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 09:00malam, dan pada jam itu dia akan pulang. Dengan penuh keyakinan, kutawarkan dia untuk pulang sama-sama, karena kebetulan dia pulangnya sendiri.
Sebelum aqu mengantar dia ke tempat kostnya, aqu ajak dia untuk makan dulu. Dia menerima tawaranku, setelah itu baru kuantar dia ke tempat kostnya.”Ke dalem dulu Rick..!” katanya.
“Makasih Sie.., lain kali aja deh.., lagian khan ada Kakakmu..!” kataqu Sembari memperhatikan jamku, yang mana pada waktu itu menunjukkan pukul 22:30.
”Kakakku lagi ke Jakarta Rick.., Aqu cuma sendirian disini. Ayo dong Rick..! Masuk dulu..,” pintanya merajuk.Akhirnya aqu masuk juga ke dalam,
“Bentar aja ya Sie.., Aqu ada kerjaan nih di kantor, mana mata udah ngantuk, cape lagi..,” kataqu Sembari tanganku memijit pundakku sendiri karena pegal.Desie menganngguk Sembari tersenyum, kemudian dia menuju ke belakang untuk mengambil minuman.
“Santai aja dulu Rick.., Aqu mo mandi dulu ya, gerah nih..!” katanya Sembari menyodorkan minuman untukku.Lalu aqu duduk di kursi dekat tempat tidurnya.
”Lama juga nih mandinya. Dasar perempuan..!” aqu menggerutu dalam hati.Kemudian aqu berdiri sebentar, karena pegel juga kalau duduk terus. Akhirnya aqu rebahan juga di tempat tidurnya, cape sekali badanku rasanya. Kemudian kulihat Desie keluar dari kamar mandi. Dia hanya memakai celana pendek dengan t-shirt warna putih. Rambutnya basah, mungkin habis keramas. Kemudian dia duduk di depan meja riasnya Sembari mengeringkan rambutnya.
“Muka Kamu kok keliatan cape Rick..?” kata Desie membuyarkan lamunanku.
”Iya nih Sie.., Aqu cape banget hari ini, mana kerjaan masih banyak.” ketusku.
”Ya udah, istirahat aja dulu. Santai aja.., Aqu pijitin, mau nggak..?” kata Desie Sembari melangkah ke arahku.
”Bener nih, mau mijitin..?” kataqu setengah tidak percaya.
”Masa Aqu boong Rick. Ya udah.., Kamu tengkurap aja.. Terus buka dulu kemeja Kamu dengan kaosdalamnya.” katanya.Bagai kerbau dicocok hidung, aqu menurut saja, terus kutelungkup, lalu Desie mulai memijitiku, mulai dari pundak terus ke punggung. Pijatannya lembut sekali, rasa lelah dan kantukku mulai hilang, malah yang ada sekarang darahku justru mengalir begitu cepat. Batang kemaluankuperlahan-lahan mulai tegang, aqu jadi salah tingkah. Sepertinya Desie melihat perubahan sikapku.
“Rick..! Balikin badan Kamu.., biar Aqu pijit juga bagian depannya.” katanya lembut.
Aqu agak ragu juga, pasalnya aqu taqut kemaluanku yang sudah tegang taqut kelihatan, ditambah nafasku yang sudah tidak beraturan. Tetapi akhirnya kubalikkan juga badanku. Kemudian Desie menduduki badanku. Kaget juga aqu melihat dia, karena posisi dia sekarang menduduki badanku, pantatnya tepat di atas kemaluanku. Aqu pura-pura meram saja, Sembari kadang-kadang memicingkan mataqu, jadi salah tingkah aqu pada waktu itu.
Seksi juga ni orang, atau karena pikiranku yang sudah dirasuki nafsu birahi, batinku berkecamuk. Aqu mulai berpikir, apa yang harus kulaqukan. Tangan Desie dengan begiru halusnya mengusap-ngusap dadaqu yang kadang-kadang dia cubit puting susuku, aqu malah menggelinjang kegelian, pikiranku sudah gelap oleh nafsu. Dengan agak ragu kupegang kedua telapak tangannya yang sedang memijat dadaqu.
”Kenapa Rick..?” tanya Desie Sembari tersenyum.Aqu tidak menjawab pertanyaannya, kemudian kucium telapak tangannya, lalu kutarik tangannya yang mana otomatis badannya mengikuti, sehingga badannya jadi
agak terdorong ke depan.
Wajahku dengan wajahnya dekat sekali, sampai nafasnya menerpa wajahku. Lalu kupegang kedua pipinya, dengan perlahan kudekatkan wajahnya ke wajahku, lalu kucium bibirnya dengan lembut. Kemudian kujulurkan lidahku menelusuri rongga mulutnya. Desie agak melenguh, lalu Desie mulai membalas ciumanku, lama-lama ciuman kami makin lama makin buas saja, nafas kami sudah tidakberaturan. Sembari tetapi berciuman, tanganku turun ke bawah, lalu kumasukkan ke bagian
belakangkaosnya, lalu kutarik kaosnya ke atas. Desie mengerti akan hal ini, kemudian dia tegakkan badannya, lalu dia buka sendiri t-shirtnya, lalu dengan Sembari tersenyum dia buka sendiri BH-nya.
Setelah terbuka, yang kusaksikan adalah sepasang dua bukit yang kembar, walaupun tidak terlalu besar tetapi kencang sekali, dengan putting yang sangat menantang. Dengan posisi Desie masih di atas perutku, aqu segera bangkit. Kulumat putingnya silih berganti, Desie melenguh tanda menikmatinya.
”Ooohhh Erick.., sshhh..,” desahnya Sembari mendongakkan kepalanya ke belakang, dengan tangan melingkar di leherku.Aqu semakin bernafsu, lalu kurebahkan badannya, kemudian kulumat bibirnya, lalu kulumat telingakirinyan. Kemudian aqu turun menelusuri lehernya, kulumat putting susunya yang terlihat menawan, kadang aqu meremas kedua bukit yang indah itu. Puas dengan itu lumatanku mulai turun ke bawah, aqu jilat pusarnya, kedua
tanganku mulai turun ke pangkal pahanya.
Dengan posisi masih menjilati pusarnya, tanganku membuka celana pendeknya, lalu kuturunkan ke bawah. Secara naluriah dia ikut membantu menurunkan pula, maka tingal celana dalamnya yang berwarna putih bersih yang masih menghinggapi tubuhnya. Lalu kucium kemaluannya yang masih ditutupi CELANA DALAM-nya, dia melenguh hebat, kemudian kubuka CELANA DALAM-nya. Aqu beralih menjilati bibir kemaluannya. Dengan bantuan kedua jariku, kusibakkan bibir kemaluannya itu, maka terlihat bagian dalam yang berwarna merah muda, dengan dihiasi klit-nya yang sudah membengkak.
Mungkin ini untuk yang kedua kalinya aqu menjilati kemaluan perempuan. Ini yang kusuka dari kemaluan Desie, tidak berbau, mungkin tadi dia waktu mandi membersihkannnya dengan sabun khusus.Lalu kujulurkan lidahku ke bagian klit-nya, kugoyang-goyangkan lidahku.
”Aaahhh.., Rickkk.., enak sekali Saayaang..!” jeritnya Sembari kedua tangannya menjambak rambutku.
Pedas juga rambutku. Aqu masih saja asyik memainkan lidahku. Kadang sekali-sekali kugigit bibir kemaluannya. Tidak berapa lama, tubuh Desie mengejang, kepalaqu makin ditekan oleh tangannya ke dalam kemaluannya.
”Eeerriiccckkk.., aakkhhh.., nikmat sekali Sayang..!” katanya Sembari memejamkan matanya, tandamerasakan kenikmatan yang tiada taranya.
Aqu masih saja asyik melumat habis kemaluannya yang merah merekah.”Udahhh Rick.., udah dulu Sayang..!” katanya Sembari menarik kepalaqu ke atas, kemudian dia cium bibirku dengan ganas sekali.Lalu tubuhku dia balikkan, dia berada di atasku sekarang. Dia condongkan badannya, kemudiandia mencium kembali bibirku, lalu mencium leherku. Dia tegakkan badannya, dan dia geser sedikitke bawah. Sembari tersenyum dia lalu membuka celana panjangku, kemudian dia buka celana dalamku, maka mencuatlah adikku yang dari tadi sudah tegak bagai tugu monas. Dengan lembut dia mengusap batang kemaluanku, jempolnya mengusap kepala kemaluanku.
“Aaakkhhh..,” aqu hanya bisa mendesah kenikmatan.Perlahan dia tundukkan kepalanya, lalu mulai menjilati kepala kemaluanku, kemudian dia masukkan batang kejantananku ke mulutnya. Dia hisap dengan lembut. Aqu hanya bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh permainan mulut Desie.
“Aakkhhh Sie.., terus Sie..! Enak sekali Sayang..!” erangku.Mungkin karena dari tadi aqu sudah menahan nafsuku, akhirnya aqu tidak kuat juga menahannya.
”Sie.., Aqu mo keluar Siee..,” erangku.Desie cuek saja, dia malah mempercepat frekwensi hisapannya ke batang kemaluanku, yangpada akhirnya,
“Aaakkhhh..,” bersamaan dengan itu menyeburlah cairan spermaqu ke mulutnya.
Keliatannya Desie agak kaget juga, tetapi dia lalu menelan semua spermaqu sampai habis. Aqu hanya mengerang kenikmatan. Setelah cairanku habis ditelannya, kemudian Desie lepaskan batang kejantananku dari mulutnya, dia tersenyum melihat senjataqu masih berdiri, walaupun sudah mengeluarkan laharnya. Dengan tersenyum menahan birahi, dia mendekati wajahku. lalu mencium bibirku. Dengan posisi masih di atas, tangannya kemudian memegang batang kemaluanku, lalu
dibimbingnya ke lubang senggamanya. Dengan sekali sentakan, batangku sudah masuk seluruhnya.
“Uuuhhh.., sshhhh..!” Desie melenguh kenikmatan Sembari memejamkan matanya, rambutnya tergerai, kepalanya diangkat mendongkak ke belakang.Diangkatnya pantatnya perlahan, lalu diturunkannya perlahan. Aqu membantunya dengan batang kemaluanku.
Makin lama gerakan Desie semakin cepat, aqu juga semakin keras menekan batang kemaluanku, tangaqu menelusuri tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat. Kadang kuremas kedua bukit kembarnya, sekali-kali aqu pelintir kedua puttingnya. Desie terus saja menggelinjangkan tubuhnya, kulihat Desie meram melek juga dalam malaqukan gerakannya itu.
“Ooohhh.., Eerricckk..! Enak sekali Rick.., ssshhh..,” Desie mendesis seperti ular.
“Kamu cantik sekali Sie.., Aqu sayang Kamu..!” kataqu Sembari menarik kepalanya untuk mendekati wajahku.Lalu kucium bibirnya. Akibat gerakan-gerakan yang dilaqukan Desie, akhirnya aqu tidak kuat juga.
”Aaahhh.., Sie, Aqu hampir keluar Sayangg..!” kataqu.
”Ssshhh.., aahh.., Aaaaquu juga Rick.., bentar lagi.., aakhh.. terus Sayanng.., terusss..!” ucap Desie Sembari terbata bata menahan nafsu.
Makin kupercepat tempo gerakanku, yang pada akhirnya aqu sudah tidak kuat lagi. Kurangkul tubuhnya erat-erat, terlihatnya Desie juga sudah pada klimaksnya, yang akhirnya.
”Aaahhh.., aakkhhh..,” kami keluar bersamaan disertai desahan yang panjang.Kupeluk tubuh Desie dengan erat, begitu juga dengan Desie Sembari menikmati sensasi-sensai yang tidak bisa dibayangkan. Kemudian dengan posisi aqu masih duduk di kasur dan Desie di atasnya, kami berciuman kembali. Lama sekali Sembari mengatakan kata-kata indah.
”Terima kasih Sie.., Aqu sayang Kamu..!” kataqu Sembari mencium keningnya.
”Aqu sayang Kamu juga Rick..!” kata Desie, yang kemudian kami berciuman kembali.Lalu kurebahkan badanku dengan batang kemaluanku masih menancap di liang senggamanya, akhirnya kami berdua tertidur lelap sekali.
Esok harinya baru kupulang, tapi sebelumnya aqu antarkan dulu Desie ke tempat kerjanya Sembari memeberikan nomor teleponku. Kalau-kalau dia butuh aqu, tinggal menghubungi saja. Sesudah mengantar Desie, aqu langsung pulang, lalu pergi ke kantor yang mana sudah tentu aqu pasti kesiangan, dan kerjaanku yang belum beres.
1:49 PM

Cerita Dewasa Alisya Dan Calon Bapak Mertua

Cerita Dewasa Alisya Dan Calon Bapak Mertua

Cerita Dewasa Alisya Dan Calon Bapak Mertua
Cerita Dewasa Alisya Dan Calon Bapak Mertua

Cerita Dewasa Alisya Dan Calon Bapak Mertua


Alisya Dan Calon Bapak Mertua – Cerita Seks, Cerita Seks Terbaru, Cerita Seks Terbaik, Cerita Seks Terhangat, Cerita Seks Nyata, Alisya mematut diri di depan kaca cermin. Ini adalah hari yg paling di nantikannya, hari pernikahannya. Ada banyak alasan kenapa akhirnya dia bersedia menikah dgn Hendratmo. Dan seks adalah salah satunya, meskipun Hendratmo hanya mempunyai sebuah kemaluan yg kecil saja. Namun seks dgn lelaki lain menjadi jauh lebih menyenangkan meskipun sejak Hendratmo telah menyematkan sebuah liontin berlian di jarinya. Dia merasa bersalah dan membutuhkannya dalam waktu yg bersamaan, setiap kali dia merasakan liontin tersebut di jarinya saat lelaki lain sedang meyetubuhi kemaluannya yg dijanjikannya hanya untuk Hendratmo.

Dia ingat saat malam dimana Hendratmo melamarnya. Dia tersenyum, mengangguk dan berkata “ya”, menciumnya dan menikmati bagaimana nyamannya rasa memakai liontin berlian yg sangat mahal tersebut. Dan setelah makan malam bersama Hendratmo itu, dia langsung menghubungi Edwart, begitu mobil Hendratmo hilang dari pandangan, mengundangnya datang ke rumah kontrakannya. Alisya menunggu Edwart dgn tanpa mengenakan selembar pakaianpun untuk menutupi tubuhnya yg berbaring menunggu di atas tempat tidurnya, liontin berlian yg baru saja diberikan oleh Hendratmo adalah satu-satunya benda yg melekat di tubuh telanjangnya.

Ada desiran aneh terasa saat matanya menangkap kilauan liontin berlian itu waktu tangannya menggenggam kemaluan gemuk Edwart. Tubuhnya tergetar oleh gairah liar saat tangannya mencakup kedua buah dadanya dgn air mani Edwart yg melumuri liontin itu. Dan klimaks yg diraihnya malam itu, yg tentu saja bersama lelaki lain selain tunangannya, sangat hebat – tangan yg tak dilingkari liontin menggosok klitorisnya dgn cepat sedangkan dia menjilati air mani Edwart yg berada di liontin berliannya. Dia menjadi ketagihan dgn hal ini dan berencana akan melakukannya lagi nanti pada waktu upacara perkawinannya nanti.

Saat ini, dia memandangi pantulan dirinya di dalam kaca cermin mengenakan gaun pengantinnya. Dia terlihat menawan, dan dia sadar akan hal itu. Alisya tersenyum. Dia membaygkan nanti pada upacara pernikahannya, teman-teman Hendratmo akan banyak yg hadir dan akan banyak lelaki lain yg akan dipilihnya salah satunya untuk memenuhu fantasi liarnya. Kemaluannya berdenyut, dan dia membaygkan apa yg akan dilakukannya untuk membuat hari ini lebih komplit dan sempurna, saat lonceng berbunyi nanti.

Saat dia membuka pintu, Bapak Hendratmo, Daniel, sedang berdiri di sana, bersiap untuk menjemputnya dan mengantarnya ke gereja. Alisya menarik nafas dalam-dalam. Dia tahu lelaki di hadapannya ini sangat merangsangnya – beberapa bulan belakangan ini dia telah berusaha untuk menggodanya, dan dia pernah mendengar lelaki ini melakukan masturbasi di kamar mandi saat dia datang berkunjung ke rumah Hendratmo, menyebut namanya. Alisya belum pasti apakah mudah nantinya untuk menggoda Daniel agar akhirnya mau bersetubuh dgnnya, tapi sekarang dia akan mencari tahu tentang hal tersebut. Dia tersenyum lebar saat menangkap mata Daniel yg manatap tubuhnya yg dibalut gaun pengantin ketat untuk beberapa saat.

“Bapak” tegurnya, dan memberinya sebuah ciuman kecil di pipinya. Parfumnya yg menggoda menyelimuti penciuman Daniel.

“Bapak datang terlalu cepat, aku belum siap. Tapi Bapak dapat membantuku.” Digenggamnya tangan Daniel dan menariknya masuk ke dalam rumah kontrakannya, tempat yg akan segera ditinggalkannya nanti setelah menikah dgn Hendratmo.

Daniel mengikutinya dgn dada yg berbar kencang. Ini adalah saat yg diimpikannya. Dia heran bagaimana anaknya yg pemalu dan bisa dikatakan kurang pergaulan itu dapat menikahi seorang wanita cantik dan menggoda seperti ini, tapi dia senang karena nantinya dia akan mempunyai lebih banyak waktu lagi untuk berdekatan dgn wanita ini.

“Apa yg bisa ku bantu?”

Alisya berhenti di ruang tengahnya yg nyaman lalu duduk di sebuah meja.

“Aku belum memasang kaitan stockingku… dan sekarang, dgn pakaian ini… aku kesulitan untuk memasangnya.”

Suaranya terdengar manis, tapi matanya berkilat liar menggoda. Diangkatnya tepian gaun pengantinnya, kakinya yg dibungkus dgn stocking putih dan sepatu bertumit tinggi langsung terpampang.

“Bisakah Bapak membantuku memasangnya?”

Daniel ragu-ragu untuk beberapa waktu. Jantungnya berdetak semakin cepat. Apakah ini sebuah “undangan” untuk sesuatu yg lain lagi, ataukah hanya sebuah permintaan tolong yg biasa saja? Dia mengangguk.

“Oh, tentu…” dia berlutut di hadapan calon istri anaknya dan bergerak meraih kaitan stockingnya. Jemarinya sedikit gemetar saat Alisya dgn pelan mengangkat kakinya . Daniel berusaha untuk memasangkan kaitan stocking itu.

Alisya menggigit bibir bawahnya menggoda, dan lebih menaikkan gaunnya, menampakkan paha panjangnya yg dibalut stocking putih. Dia dapat merasakan sebuah perasaan yg tak asing mulai bergejolak dalam dadanya., sebuah tekanan nikmat yg membuat nafasnya semakin sesak, membuat nafasnya semakin memburu, dan membuatnya semakin melebarkan kakinya. Dia dapat merasakan cairannya mulai membasahi. Kaitan itu akhirnya terpasang di sekitar lututnya. Daniel menghentikan gerakannya, tak yakin apakah dia sudah memasangkan dgn benar.

“Bapak, seharusnya lebih ke atas lagi…” tangan calon Bapak mertuanya yg berada sedikit dibawah kemaluannya membuatnya menjadi berdenyut dgn liar.

Keragu-raguan itu hanya bertahan untuk beberapa saat saja. Tangan Daniel menarik kaitan itu semakin ke atas saat calon istri anaknya meneruskan mengangkat gaun pengantinnya semakin naik. Dia menelan ludah membasahi tenggorokannya yg terasa kering saat akhirnya kaitan itu terpasang pada tempatnya di bagian paling atas stockingnya. Dia yakin dapat mencium aroma dari kemaluan Alisya sekarang, yg membuat jantungnya seakan hendak melompat keluar dari dadanya. Tangannya berhenti, kaitan stocking itu melingari bagian atas paha Alisya… dan dia merasakan bagian gaun pengantin itu terjatuh saat Alisya melepaskan sebelah pegangannya untuk meraih bagian belakang kepEdwartya dan mengarahkan wajah Bapak calon suaminya mendekat ke kemaluannya, dan Daniel menemukan tak ada celana dalam yg terpasang di sana.

Alisya melenguh dan memejamkan matanya saat harapannya terkabul. Daniel tak memprotes atau menolaknya, lidahnya menjilat tepat pada bibir kemaluannya, dan Alisya semakin basah dgn cairan gairahnya. Dgn sebelah tangan yg masih menahan gaun pengantinnya ke atas, dan yg satunya lagi menekan wajah calon mertuanya ke kemaluannya yg terbakar, dia mulai menggoygkannya perlahan. Ini serasa di surga, dan menyadari apa yg diperbuatnya tepat di hari pernikahannya membuat tubuhnya semakin menggelinjang. Dia mengerang saat lidah Daniel memasuki lubangnya, dan lidah itu mulai bergerak, menghisap bibir kemaluannya, menjilati klitorisnya, wajah Daniel belepotan dgn cairan kewanitaan calon istri anaknya di ruang tengah rumah kontrakannya.

Semakin Alisya menggelinjang, semakin keras pula Daniel menghisapnya.

“Oh ya Bapak… jilat kemaluanku… buat aku klimaks sebelum aku mengucapkan janjiku pada putramu… kumohon…” perasaan salah akan apa yg mereka perbuat membuat Alisya dgn cepat meraih klimaksnya, dan hampir saja dia rubuh menimpa Daniel. Ini bukan seperti klimaks yg biasa diraihnya, ini seperti rangkaian ombak yg menggulung tubuhnya, merenggut setiap sel kenikmatan dari dalam tubuhnya.

Cairan Alisya terasa nikmat pada lidah Daniel, dia menjilat dan menghisap kemaluannya seperti seorang lelaki yg kehausan. Kemaluannya terasa sakit dalam celananya, cairan pre cum nya membasahi bagian depan tuxedonya.

Alisya kembali menggelinjang, lalu dgn pelan bergerak mundur, membiarkan gaun pengantinnya menutupi Bapak Hendratmo. Lalu dia membuka resleting di bagian belakang gaunnya dan membiarkannya jatuh menuruni tubuhnya. Dia melangkah keluar dari tumpukan gaun pengantinnya yg tergeletak di atas lantai, hanya mengenakan sepatu bertumit tingginya, bra, dan tentu saja stocking beserta kaitannya yg baru saja dipasangkan Daniel pada pahanya. Alisya tersenyum padanya, kemaluannya berkilat dgn cairannya.

“Aku akan ke kamar mandi untuk membetulkan make-up, kalau Bapak memerlukan sesuatu…” dia berkata dgn mengedipkan matanya. Daniel menatapnya melenggang dan menghilang di balik pintu, begitu feminim dan menggoda. Hanya beberapa detik kemudian dia menyusulnya.

Saat dia memasuki kamar mandi dan berdiri di depan sebuah kaca cermin di atas washtafel, dan sudah mengenakan sebuah celana dalam berwana putih. Daniel tahu kalau ini adalah salah satu godaannya yg manis, dan dia telah siap untuk bermain bersamanya.

Alisya melihatnya masuk, dan dgn sebuah gerakan yg cantik membuka lebar pahanya. Daniel melangkah ke belakangnya, mata mereka saling terkunci dalam masing-masing baygannya dalam kaca cermin. Tangan Daniel bergerak ke bagian depan tubuhnya, menggenggam buah dadanya yg masih ditutupi bra. Alisya tersenyum.

“Tapi Bapak, bukankah ini tak layak dilakukan oleh seorang Bapak calon pengantin pria?”

Daniel memandangi bagaimana bibir Alisya yg membuka saat bicara, mendengarkan hembusan hangat nafasnya, seiring dgn tangannya yg meremasi buah dadanya dalam balutan bra.

“Tak se layak apa yg akan kulakukan padamu.”

Alisya menggigit bibirnya dan mendorong pantatnya menekan kemaluannya yg mengeras.

“Aku nggak sabar,” bisiknya.

Sejenak kemudian Alisya merasakan tangan calon Bapak mertuanya berada di belakangnya saat dia melepaskan sabuk dan membiarkan celananya jatuh turun. Dgn mudah tangan Daniel menarik celana dalamnya ke samping. Alisya menarik nafas dalam-dalam saat dia merasakan daging kepala kemaluannya menekan bibir kemaluannya yg masih basah.. Dia mengerang dan memegangi tepian washtafel saat dgn perlahan Daniel mulai mendorongkan gagang kemaluan itu memasukinya. Alisya merasakan bibir kemaluannya menjadi terdorong ke dalam, merasakan dinding bagian dalamnya melebar untuk menerimanya.

“Apa ini terasa lebih baik dari kemaluan putaku?” Daniel tersenyum puas. Dia tahu se berapa ukuran kemaluan putranya, dan dia yakin kalau putranya mewarisinya dari garis ibunya. Kemaluan calon istri putranya terasa sangat menakjubkan pada gagang kemaluannya, dgn cepat dia sadar kalau dia layak untuk menyetubuhi calon menantunya lebih sering dibandingkan putranya. Dan dia mendapatkan firasat kalau dia bisa melakukannya kapanpun mereka memiliki kesempatan.

“Oh brengsek!!! Ya Bapak… ayo… beri aku yg terbaik untuk merayakan pernikahanku dgn putra kecilmu.” dia lebih membungkuk ke bawah, dan merasakan tangan Daniel pada pinggulnya. Dia mencengkeramnya dgn erat dan mulai memompanya keluar masuk. Mereka sadar akan terlambat menghadiri upacara pernikahan, tapi Daniel memastikan kemaluan sang mempelai wanita benar-benar berdenyut menghisap sehabis persetubuhan keras yg lama. Alisya mengerang dan menjerit dan bergoyg pada gagang kemaluan itu, mengimbangi gerakannya. Mereka saling memandangi baygan mereka berdua di dalam kaca cermin saat menyalurkan nafsu terlarang mereka.

Alisya merasa teramat sangat nakal, disetubuhi dgn layak dan keras oleh Bapak calon suaminya tepat sebelum upacara pernikahannya. Daniel merasakan kemaluannya mengencang pada gagang kemaluannya, dan kali ini, dia merasa seluruh tubuh Alisya mengejang sepanjang klimaksnya. Wanita ini adalah pemandangan terindah yg pernah disaksikannya, punggungnya melengkung ke belakang ke arahnya seperti sebuah busur panah yg direntangkan, matanya melotot indah, mulutnya ternganga dalam lenguhan bisu. Daniel bahkan dapat merasakan pancaran dari klimaksnya menjalari gagang kemaluannya saat dia tetap menyetubuhinya.

Dia telah membuatnya mendapatkan klimaks seperti ini selama tiga kali, hingga dia nyaris rubuh di atas washtafel, menerima hentakannya, kemaluannya hampir terasa kelelahan untuk klimaks lagi. Tapi Daniel tahu bagaimana membawanya ke sana.

“Kamu mengharapkan air maniku, iya kan, Alisya? Kamu ingin agar aku mengisimu dan membuat kemaluanmu terlumuri air maniku yg sudah mengering saat berjEdwart di altar pernikahanmu, benar kan wanita jalangku?”

“Oh ya… yaaa!” sang pengantin wanita mulai kesulitan bernafas, dan Daniel dapat merasakannya menyempit. Daniel melesakkan gagang kemaluannya sedalam yg dia mampu, dgn setiap dorongan yg keras, dan segera saja dia merasakan sensasi terbakar itu รข€“ dan dia tahu dia tak mampu menahannya lebih lama lagi. Tepat saat kemaluannya melesak jauh ke dalam kemaluan calon istri putranya, menyemburkan cairan air mani yg banyak ke dalam kandungannya, dia merasakan tubuh Alisya menegang dan klimaks untuk sekali lagi.

Dicabutnya gagang kemaluannya keluar, menyaksikan lelehan air mani yg mengalir turun di pahanya menuju ke kaitan stocking pernikahannya. Daniel tersenyum. “Aku akan menunggu di mobil, Alisya…”

Perlahan Alisya bangkit, masih menggelenyar karena sensasi itu, wajahnya memerah, lututnya lemah, kemaluannya berdenyut dan bocor.

“Mmm, baiklah Bapak.”

Dia memutuskan untuk melakukan “tradisinya” dan dan mengorek air mani Bapak Hendratmo dari pahanya dgn jari tangan kirinya yg dilingkari oleh liontin berlian pemberian Hendratmo.
Saat Daniel melihat mempelai wanita putranya masuk ke dalam mobil, sudah rapi dan bersih, terlihat segar serta berbinar wajahnya dan siap untuk upacara pernikahan, sedangkan baygannya yg terpantul dari kaca mobil adalah saat Alisya memandang tepat di matanya dan menjilat air maninya dari liontin berlian pemberian putranya…
1:45 PM

Cerita Dewasa Belajar Nyetir Cinta

Cerita Dewasa Belajar Nyetir Cinta

Cerita Dewasa Belajar Nyetir Cinta
Cerita Dewasa Belajar Nyetir Cinta

Cerita Dewasa Belajar Nyetir Cinta


Belajar Nyetir Cinta– Cerita Sex, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Nyata, Cerita Sex Terbaik, Cerita Sex Hot, Ketika di kelas 2 SMA, adik sepupu aku (Jasmine) yang masih kelas 2 SMP meminta aku untuk mengajarinya menyetir kendaraan tiap sore, tentu saja tanpa sepengetahuan Ayah Bundanya.

Karena jarak rumah aku ama rumahnya cukup dekat, setelah pulang sekolah, makan siang, bersih-bersih, dan bobo siang, sorenya aku pasti main ke rumahnya.

Pintu pagar langsung kubuka dan kuketok pintu depan rumah. Tok…tok…tok… Tak lama pintu dibuka oleh Jasmine yang hanya mengenakan kaos lengan setali dan celana pendek. Wow, sexy sekali. Kemaluanku langsung mulai berdiri.

Tanpa babibu, langsung Jasmine menyerbu pundakku, bergelendot sambil berkata
“Mas Bayu, ajarin Jasmine nyetir kendaraan Jasmineg, mumpung rumah kosong nih.”, rengeknya manja.

Sambil merasakan empuknya buah dada sekepalan tangan Jasmine, aku langsung memeluknya dan menjawabnya

“Boleh, siapa takut, kapan? di mana?”.

“Sekarang aja mas, kita ke lapangan di pojok kompleks rumah” jawabnya cepat.

“Oke, ayo…” sambil tetap kurangkul dan kutepuk bongkahan bokong ranumnya. Dia hanya tersenyum manja.

Singkat cerita, sesampainya di lapangan, dia nampak kagok sekali menyetir kendaraan, maklum masih ABG. Sementara itu, sambil menahan gejolak birahi jalantol ngaceng ini, aku pun agak kuatir kalo2 dia menabrak sesuatu.

Langsung aja timbul ide gilaku.

“Jasmine, kalo nyetir santai aja. Gini deh, kamu tetep nyetir, tapi supaya aman dan untuk jaga-jaga, aku pangku kamu, ok?”

Tanpa protes, di luar dugaanku, Jasmine langsung setuju. Lalu, segera kuatur posisi kemaluanku yang semula rada miring ke kanan ini menjadi tepat ke tengah, harapanku selain biar enak gak sakit, supaya bisa tepat kena belahan bokongnya.

Sambil tetap menyetir kendaraan, Jasmine langsung duduk di atas pangkuanku, tepat di atas kemaluanku. Alamak, enak banget. Tanganku kadang memegang setir, kadang memegang paha dan perutnya.

Semula Jasmine serius, tapi karena kemaluanku terus berdenyut, akhirnya dia terasa dan makin berkata manja

“Mas, persnelengnya kok ada 2 ya? tapi yang di bawah ini keras banget”.

“Iya nih, kayaknya persneleng Mas udah pengen dilemesin deh. Kita istirahat dulu aja yuk di rumah kamu.”.

Gantian dia menjawab cepat “Ayo, siapa takut…” Dengan cepat, sambil tetap memangku Jasmine, kendaraan aku arahkan balik pulang ke rumahnya sambil berharap rumahnya masih sepi.

Sampai parkir kendaraan di garasi, langsung aku cium tengkuknya dan aku raba perut, tetek, dan selangkangannya.

Jasmine melenguh manja “Ah mas, nakal ah…” dan cepat buka pintu ke kamarnya.

Tanpa membuang waktu, aku cepat mengikutinya dan langsung ke kamarnya di lantai 2. Dia tersenyum manja. Langsung aku rangkul dan ciumi lehernya sambil kulepas kaos dan celana pendeknya. Dia tak mau kalah, dilsepasnya kaos dan celana panjangku.

Sambil meraba-raba kemaluanku yang udah siap tempur itu, Jasmine mencium kedua puting dadaku bergantian. Tanganku pun sibuk meremas-remas bongkahan bokongnya dan menciumi kepalanya. Nikmat sekali.

Dari dada, dia langsung turun mencium kemaluanku dari luar celana dalamku yang mulai basah karena cairan mani dan ludahnya. Setalah itu, dikeluarkannya kemaluanku yang udah tegak mengacung siap grak 20 cm itu dan dilihatnya dengan seksama.

“Kenapa? belum pernah lihat jalantol ya?” tanyaku.

“Iya mas, lucu ya. boleh aku isep kan Mas?” jawabnya polos.

“Boleh Jasmineg, malah mas pengen kamu masukin ke kemaluan kamu. Eh, kamu masih perawan kan? Mau kan mas entot?”

Sambil tersenyum dia jawab “iya mas, tapi janji gak sakit ya”.

“Ditanggung nikmat deh, beres…”

“Tapi Mas, aku isep dulu ya, mas juga isep kemaluanku.”.

“Oke…lanjut, tarik…” jawabku sekenanya. Sambil ketawa langsung dia cium topi bajaku. Wuih, terbang rasanya. Aku pun tak mau kalah, dengan posisi 69, langsung kujilat itil dan kemaluannya. Gurih sekalee..

Sampai suatu Ketika kemaluannya becek banget dan dia langsung oragasmo dengan mulut makin kuat ngisep. Cairan cintanya aku minum abis dan kusapu seluruh permukaan kemaluannya, sedap. Semantara itu, aku masih belum apa-apa, siap tempur.

Setelah istirahat beberapa Ketika, Jasmine berbalik dan langsung menindih badanku dan memegang kemaluanku diarahkan ke kemaluannya pelan-pelan dan aku remas dan isep kedua tetek ranumnya berputing merah muda.

Kemaluanku digeser-geserkannya ke bibir kemaluannya sambil Jasmine mencium leherku. Setelah agak lama, tak sabar tanganku kembali meremas bongkahan bokongnya dan sekali sentak langsung kuhujamkan kemaluanku ke kemaluannya.

“Aduh mas, ehkk…enak mas…nikmaaaatttt…aaaahhhhhh….”

Aku isap mulut dan bibirnya dalam untuk menambah sensasinya sambil kupercepat goyangan sentakanku.

“Brettt…brettt…brettt……” terdengar sesuatu tergesek sobek. Pikirku, mungkin itu selaput daranya.
 Ah, berhasil juga akhirnya kuperawani dia. Nikmat sekali.

Tak berapa lama, goyangannya menghebat dan rupanya Jasmine kembali orgasme dengan memelukku berguling-guling. Aku cepat atur napas untuk menahan sedikit lagi ejakulasi.

Posisi kuubah. Aku berdiri dan kugenJasmineg dia ke dinding samping pintu menghadap cermin. Sungguh seksi sekali posisiku yang kata orang Batak “martole jongjong” (bercinta berdiri) ini. Terasa seluruh batang kemaluanku masuk memenuhi lubang kemaluannya. Kembali Jasmine klimaks.
Puas bermartole jongjong, kuubah dengan doggy style dengan kaki ku di kanan kirinya dan badanku setengah berdiri gagah dan tanganku sibuk meremas kedua teteknya. Terasa sempit dan menantang menggairahkan. Tak kuat menahan, Jasmine klimaks lagi.

Terakhir kuposisikan biasa (missionary). Kuangkat kedua kakinya ke bahuku dan kuhujam cepat keras berulang kali kemaluanku ke kemaluannya. Jasmine menjerit keras tak terkendali dengan seksinya. Bersamaan dengan goyangan keras bokongnya yang menandakan untuk keempat kalinya Jasmine klimaks, aku pun mempercepat hujamanku yang akan klimaks juga.

“Jasmine, aku mau keluar nih, di dalam aja apa kamu isep?”

“Tahan bentar Mas, aku dulu, mas aku isep aja….ahhh….”

Akhirnya Jasmine klimaks, aahhh…Aku tahan sekuat tenaga meskipun geli dan nikmat tiada tara. Setelah itu, tak kuat menahan lebih lama lagi, cepat kucabut dan kuarahkan kemaluanku ke muka Jasmine untuk diisepnya. Pejuku muncrat banyak sekali berulang kali ke mukanya dan sebagian besar ke mulutnya. Sambil lemas menikmati klimaks keempatnya itu, Jasmine mengocok dan mengisep kemaluanku dalem-dalem. Hampir semua pejuku ditelannya abis tak tersisa.

“Terima kasih mas, udah ngajarin Jasmine nyetir dan jadi dewasa” bisiknya manja.

“Iya, sama-sama. Lain kali mau lagi kan?” jawabku nakal.

“Iya Jasmineg, aku mau lagi. Jadwal tetap aja ya” senyumnya binal.

“Oke putriku cantik” jawabku sambil kuisep pentil teteknya.

Sejak itu, tiap sore hari, hampir tak pernah absen, aku dan Jasmine selalu punya kegiatan olah raga rutin, yang biasa kami sebut merger. Selain dengan Jasmine, aku pun terbuka dalam berhubungan seks dengan cewek siapapun dan manapun, terutama yang cantik dan muda-muda (Cina, Pribumi, Indo, dll.) baik yang sudah pernah / biasa bercinta seperti anak SMU, mahasiswi, dan ibu-ibu muda maupun yang belum pernah bercinta kayak Jasmine itu
1:38 PM

Cerita Dewasa Setan Mana Yang Merasukiku

Cerita Dewasa Setan Mana Yang Merasukiku


Cerita Dewasa Setan Mana Yang Merasukiku
Cerita Dewasa Setan Mana Yang Merasukiku


Cerita Dewasa Setan Mana Yang Merasukiku


Setan Mana Yang Merasukiku– Cerita Dewasa, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Nyata, Cerita Dewasa Hot, Cerita Dewasa Terbaik, Zulkarnaen adalah seorang lelaki berumur 34 tahun, dgn posisi di pekerjaan yg menjamin dia dan keluarganya berkehidupan sangat layak.

Zulkarnaen mempunyai seorang istri yg lebih dari cukup untuk memenuhi standart ibu yg baik untuk anak2nya dan seperti pelacur yg memuaskannya di tempat tidur. Semua ia miliki untuk usianya,tetapi tak seorangpun yg menyadari bahwa Zulkarnaen selalu terobsesi dgn Meyranti adik iparnya sendiri yg tinggal di depan rumah bersama suami dan anaknya.

Meyranti adalah perempuan berkulit putih bersih berusia setahun lebih muda dari istrinya. Perasaan itu tidak pernah ada sewaktu Zulkarnaen pacaran dgn istrinya, tapi akhir2 ini bayangan adik iparnya itu terus menari2 dalam benaknya.

Beberapa kali sewaktu berhubungan seks dgn istrinya ia selalu membaygkan sedang menggauli adik iparnya itu, hal itu sedikit menghibur dirinya, sepertimanapun kakak tidak jauh2 berbeda dgn adik begitu pikirnya.

Hari sabtu pagi ini Zulkarnaen berencana bangun sesiang-siangnya,pekerjaan seminggu lalu sungguh menyita pikirannya,bangun siang dan bermalasan satu hari penuh ..tiba-tiba istrinya membangunkannya dan mengingatkan bila mereka harus menghadiri pernikahan kerabat di kota lain yg jaraknya 150an kilo dari pagar rumahnya..hal itu benar-benar menjengkelkannya.

“ayo dong pah…kan kita sudah janji nih…” rengek istrinya
“aduh pusing banget nih ..takut ga bisa nyetir jauh” kata Zulkarnaen sambil mengernyitkan wajahnya
“aah alesan .. selalu gitu deh” kata istrinya bersungut-sungut, tepat ketika Zulkarnaen hendak membuka mulutnya untuk membela diri, telpon rumahnya berdering keras sekali.

“sudah ..pokoknya aku gak mau tau, selesai aku angkat telepon , papa harus siap ke kamar mandi” sembur istrinya dgn suara melengking .
“aaarrggh” erang Zulkarnaen..
“Tuhan tidak adil, aku hanya meminta satu hari khusus untuk diriku, satu hari tidur sepanjang siang, Tuhan maha adil? Beuh !” gumamnya dalam hati..
“Pah..pah” panggil istrinya dari ruang tamu..
”iya..iya ..ini juga udah mandi” teriaknya dari kamar mandi sambil mengguyur tubuhnya dgn air sedingin es, matanya terbelalak ketika mendengar istrinya berkata .
“Pah..ga usah mandi, lanjutin deh tidurnya, aku dan anak-anak akan ikut ibu, ibu sudah charter bus ” Tuhan hari ini membuktikan ketidak adilannya dua kali , dirinya sudah terguyur air sedingin es dan diminta kembali ke ranjangnya….

”peduli setan “ desisnya , dgn cepat disambarnya handuk dan secepat angin ia memakai baju tidurnya dan masuk ke dalam selimut hangatnya kembali.

Entah berapa lama ia tertidur sampai akhirnya ia terbangun ketika suara bel rumahnya berdentang2, dgn sumpah serapah ia melangkah ke pintu dan membuka, ternyata Suzeno suami adik iparnya berdiri sambil menggendong anak semata waygnya, mau apa anak beranak monster ini kemari pikirnya sambil mencoba tersenyum,

“Hey Bang, sorry , gini , aku mau nitip kunci, aku dan rio kerumah neneknya, Karena Meyranti belum pulang dari lari2 paginya jadi biar nanti dia menyusul dgn taxi saja, ini kunci rumah titip ya, makasih baaaanng ” kata Suzeno sambil menyerahkan kunci dan berlalu tanpa menunggu jawaban Zulkarnaen yg sedang ternganga.

“Tuhan tiga kali hari ini Kau menghancurkan sabtu pagiku yg berharga” desisnya..
Zulkarnaen benar-benar tidak bias tidur sejak itu, dgn gontai dinyalakan TVnya hanya ada layar biru berpendar2 dan tulisan hubungi Costumer Service TV Kabel anda untuk menyelesaikan pembayaran bulan ini

“Mengapaaaaa????” lengkingnya menyedihkan.. Dgn gontai dibukanya pintu rumahnya tujuannya hanya satu , bermalas-malasan dirumah adik iparnya,sekaligus membalas dendam dgn menghabiskan persediaan bir Suzeno di kulkas,

“Aah ide yg sangat bagus”
Tak lama kemudian Zulkarnaen telah berada diruang tengah keluarga adik iparnya itu, dipandang sekitar selama beberap detik sebelum menyerbu ke pintu kulkas untuk meneguk bir dingin disana
“Hmm tidak terlalu jelek ” pikirnya sambil merebahkan pantatnya ke sofa empuk di depan tv , matanya memutari keadaan dirumah itu sebelum berhenti di foto keluarga Meyranti yg tergantung di dinding,pengaruh sedikit alcohol membuatnya sedikit terangsang ketika ia memandangi foto Meyranti ,

” dgn kulit yg putih bersih , tubuh yg padat dan buah dada yg membusung dan bibirnya yg, Ah… aku terangsang sekali, seharusnya aku bisa menikmati tubuh itu juga…”

Ditepisnya bayangan itu, lalu ia beranjak dari ruang tengah ia memasuki ruang tidur, direbahkan tubuhnya ke ranjang empuk disana
“hmmm disini Meyranti tidur dan bercinta” dielusnya sprei halus sambil membaygkan Meyranti tanpa pakaian sehelaipun ditubuhnya terayun-ayun disetubuhi oleh suaminya, Zulkarnaen semakin ereksi , dibongkarnya lemari pakaian dan ia mendapati beberapa celana dalam halus milik Meyranti, dan sepertinya salah satunya tidak tercuci, dihirupnya kain ditangannya, aroma tubuh Meyranti menyeruak memasuki hidung dan menetap dikepalanya, “sungguh bau dari genital perempuan” gumamnya parau , di jilatnya celana dalam itu tepat ditengah yg diperkirakan Zulkarnaen adalah tempat kain itu bersentuhan langsung dgn Kemaluan Meyranti, Kemaluannya semakin keras, kemudian ia membuka celana pendeknya dan mengeluskan celana dalam itu ke kepala kemaluannya ,sungguh fantasi yg sangat menyenangkan Zulkarnaen, semua cairan bening di oleskannnya ke celana dalam itu..

“Aah ..aku bisa gila kalau begini, ” bayangan dirinya sedang bermasturbasi dgn celana dalam itu sangat menggelikan , lalu ia memutuskan untuk membatalkan niatnya menumpahkan spermanya disana. .

Zulkarnaen kembali ke ruang tengah tepat ketika pagar depan terbuka ,
“Meyranti datang..!!” kemaluannya mengecil kembali ke ukuran biasa sewaktu ia menyapa Meyranti.
“hai Mey, sorry aku masuk kedalam, dirumah tadi ,Suzeno nitip kunci dan aku mau numpang nonton TV disini”

“Ow Bang , ga papa, sekalian temenin bentar ya , aku mo beres-beres bentar lalu mandi Dulu dan nyusul Suzeno ke rumah ibunya” kata Meyranti riang.

Zulkarnaen menatap mata Meyranti yg indah, mata yg ia kagumi semenjak ia berkenalan dgn kakaknya Meyranti, wajah yg merona terkena matahari , dan keringat pada kaos putih olahraga itu , membuat kaos melekat ditubuhnya dgn sempurna, dgn tinggi 164 /49 dan ukuran buah dada 34D Meyranti lebih menyerupai dewi sex untuk Zulkarnaen saat itu,

Ketika Meyranti melewati Zulkarnaen , Zulkarnaen menarik nafas mencoba menghirup aroma tubuh Meyranti yg sedang berkeringat segar,

“Aduh baunya alami sekali…ya Tuhan ” Zulkarnaen lalu mengikuti Meyranti kebelakang rumah,sambil menyambar beberapa kaleng bir .

“Hm , hari ini ..sepertimana caranya aku harus berhasil menyentuh tubuhnya…bantu aku setaan” pikir Zulkarnaen,

Sambil mengawasi Meyranti yg sedang melakukan beberapa kegiatan beres2, Zulkarnaen mencari-cari cara terbaik.

Meyranti tampaknya kesulitan ketika akan menjangkau peralatan diatas lemari , Zulkarnaen tersenyum licik..”gotcha” Meyranti melirik memelas kepadanya

“Bang, Ambilin kursi dong”
“Mey, ga usah pakai kursi sini deh…. ” lalu Zulkarnaen melingkarkan tangannya dipantat Meyranti dan mengangkat tubuh Meyranti keatas, dgn posisi seperti itu, wajah Zulkarnaen berhadapan langsung dgn perut Meyranti sementara tangannya menopang pantatnya
“EEEeeh kok digendong sih” seru Meyranti panik,
“Udah cepetan ambil..berat nih” kata Zulkarnaen jujur, ketika tangan Meyranti mencoba meraih barang2 diatas,

Dibawah Zulkarnaen sedang mensyukuri apa yg terjadi pagi ini, wajahnya menempel ketat di perut Meyranti, dahinya bersentuhan dgn bagian bawah buah dada adik iparnya, lalu dgn pelan di geserkan mulutnya kesamping kiri dan kanan ,

“aww jangan gerak2 kepalanya Bang, geli tau” teriak Meyranti,

“udah , cepetaaan ” kata Zulkarnaen sambil membathin

“jangan cepat2 pleaseee…ini hanya awal” posisi sekarang ini membuat kemaluan Zulkarnaen mengeras kembali ,dgn buah dada dikepala dan perut diwajah ia merasa sedang menyetubuhi adik iparnya,

Cerita Seks Hot Nyata | Meyranti.. adek ipar yg cantik Tepat waktu Meyranti mengangkat kedua belah tangannya , kaos putih itu ikut tertarik dan kulit putih bersih itu bersentuhan dgn bibir Zulkarnaen,

“Ooh Tuhan kutarik , keluhanku hari ini” desis Zulkarnaen dalam hati,

Dijilatnya sedikit perut itu seakan itu tidak sengaja, Zulkarnaen merasa kemaluannya sudah sangat mengeras, ia terhanyut oleh khayalannya sendiri, otaknya tak sanggup menalar norma,nafasnya kian memburu, lalu dilepaskan pegangan tangannya , dan seketika tubuh Meyranti meluncur kebawah,
“Aaw , gimana sih bang, kok dilepas” seru Meyranti kaget, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Zulkarnaen,

“Mey dengar, aku mau bicara , beri aku 5 menit untuk bicara jujur.. bila kamu ga suka, kamu hanya perlu bilang dan aku pulang, ok?” kata Zulkarnaen dgn terbata2.

Meyranti mengangguk bingung dan Zulkarnaen langsung menyambung
“ aku sangat suka kamu sejak kamu remaja, sejak aku kenal kamu , aku suka kamu sekarang dan kapanpun, aku mencintaimu,aku ingin hatimu.. terserah kamu mau bilang apa… yg jelas aku bisa mengatakan ini langsung ke kamu sudah cukup bagiku,… aku ga mau kamu berubah sikap ke aku setelah ini… tapi aku hanya ingin kalau kamu tau ,kalau aku cinta kamu” Zulkarnaen mengatakan dgn sungguh2 , bahkan ia heran dgn dirinya bisa mengatakan hal jujur ini ke adik iparnya,
“Boleh aku lanjutkan Mey?” kata Zulkarnaen sambil menyentuh wajah adik iparnya,
Meyranti memundurkan wajahnya sedikit, mencoba mencerna omongan Zulkarnaen tadi, tak pernah terpikirkan hal seperti ini akan terjadi.

“Boleh aku lanjutkan Mey” ulang Zulkarnaen, kemudian Meyranti mengangguk pelan ,
“Dari semua yg ingin kulakukan , tidak ada yg bisa melebihi ini..” Zulkarnaen kemudian memeluk Meyranti pelan, Meyranti berundur kebelakang sedikit tetapi tertahan tembok, Lalu Zulkarnaen mengendurkan pelukannya dan ia mengecup pipi adik iparnya itu, Meyranti menutup matanya ketika Zulkarnaen melakukan itu, sedikit kecemasan mulai menyelimutinya,
Zulkarnaen kemudian menarik bibirnya dari pipi adik iparnya dan memandang Mata Meyranti,
“ini saatnya Zulkarnaen ..Ayo !!” bisikan entah darimana berdesir di kupingnya.

Kemudian Zulkarnaen menyentuhkan bibirnya ke bibir sensual adik iparnya itu,
“Ya Tuhan , aku melakukannya” kata Zulkarnaen dalam hati, tidak ada reaksi dari Meyranti, lalu Zulkarnaen mulai menghisap bibir bawah adik iparnya pelan, Meyranti merasa sangat bingung dan penasaran , apa yg terjadi dgn kakak iparnya ini,

“Hhmmp sudah Bang” kata Meyranti pelan, tetapi justru ketika ia membuka bibirnya , lidah Zulkarnaen menerobos masuk , menari-nari di permukaan lidahnya, mengusik ujung lidahnya, selang 2 detik iapun membalas lidah itu,

Begitu Lidah Meyranti keluar dari mulutnya , Zulkarnaen seketika menghisap lidah Meyranti pelan dan teratur, Meyranti mulai merasa dirinya lemas, semua yg ada di otaknya mulai tertutup sesuatu,.
Zulkarnaen menyandarkan Meyranti ditembok, lalu dgn pelan ia terus menjilati dan menyedot lidah Meyranti,

“OOH Meyranti , kau milikuu” pikir Zulkarnaen liar, Tangan Zulkarnaen mulai meraba perut Meyranti , disibakkannya kaos putih basah itu keatas, di raba pelan gundukan buah dada kencang itu,
Kemudian Zulkarnaen menekan pelan bahu Meyranti sampai adik iparnya itu terduduk dilantai , dgn terus menciumi bibir Meyranti , Zulkarnaen membaringkan Meyranti di lantai belakang rumah itu, kemudian ia melepas kaos Meyranti keatas, Meyranti menggigil sewaktu Zulkarnaen melakukan hal itu , ia berbisik pelan sewaktu Zulkarnaen menciumi leher putihnya

“Jangan bang Zulkarnaen, sudah…”

Lidah Zulkarnaen menjelajahi leher Meyranti, kemudian giliran telinga Meyranti , lubang bagian dalampun tak luput dari jilatannya,

“ Adik iparku sayg, kutunjukkan betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkanmu” bathin Zulkarnaen..

Lidah Zulkarnaen merayapi leher kemudian ketiak Meyranti, seketika adik iparnya itu menggelinjang geli,

“ouugh ” desis Meyranti, nafasnya mulai memburu,
“Ooh Meyranti, aku ingin menghirup semua bau tubuhmu” bisiknya ketelinga Meyranti, lalu Meyranti mengangguk pelan,seketika itu Zulkarnaen melepas Bra Meyranti , sewaktu Zulkarnaen melakukan itu, hatinya berdebar,berpacu dgn keringatnya yg menetes deras, dibelainya Paha Meyranti sambil mengusap pelan dari luar Kemaluan Meyranti, dihentikannya sejenak kegiatan itu,
“Ya Tuhan , Meyranti cantik sekali dan sekarang kamu miliku …” bathin Zulkarnaen..

Meyranti tanpa bra jauh lebih membangkitkan kelelakian Zulkarnaen, buah dadanya yg indah itu menyembul begitu Bra terlepaskan, Zulkarnaen langsung menjilati putting buah dada itu bergantian kiri dan kanan , Tangan Meyranti meraba punggung Zulkarnaen pelan, lalu Zulkarnaen memegang tangan itu dan mengarahkan ke kemaluannya.

Zulkarnaen begitu leluasa, sejenak pikirannya melintas,
“Kunodai kamu Meyranti, kunodai setiap senti tubuhmu , lihat saja..”
Kemudian Zulkarnaen mulai menjilati perut Meyranti , sembari tangannya mengelus buah dada Meyranti, Lalu ia berdiri dan menanggalkan kaosnya sendiri, Meyranti yg terbuai dgn jilatan Zulkarnaen mulai meremas kemaluan Zulkarnaen dari Luar,

Tak sabar Zulkarnaen melolosi celana pendek Meyranti, celana dalam hitam itu sangat sempurna di kulit perut dan pahanya yg putih, dgn rakus Zulkarnaen menggigit dan menjilati kemaluan Meyranti dari luar, kemudian ia segera membuka sedikit celana dalam itu dan lidahnya menyeruak masuk kedalam kemaluan Meyranti,

“OOooh inilah aroma yg kuimpi2kan…ini aroma yg membuatku selalu membaygkan..inilah rasa kemaluan Meyranti , inilah rasa tubuh Meyranti ”

Pinggul Meyranti terangkat seirama lidah dan bibir Zulkarnaen menjilat dan menghisap klitorisnya ,Mata Meyranti menatap kepala Zulkarnaen yg sedang bergerak-gerak liar di selangkangannya dgn sayu

“Ya Tuhan , apa yg aku lakukan? aku tidak mau ,Tuhaan,aku tidak mauuu” jerit Meyranti dalam hati, tetapi suara yg keluar adalah

“Ooouuuh aaa uuuuh isshhi isssh issh” desis itu membuat Zulkarnaen bersemangat,
Lalu setelah puas menjilati seluruh paha betis dan kaki Meyranti , ia pun menanggalkan celananya, dan menatap tubuh adik ipar dibawah kakinya.

“Kamu harus membayar hutangmu yg membuatku menunggu selama ini Mey, kamu harus kunodai seluruh tubuhmu” bathin Zulkarnaen sambil mengarahkan kemaluannya ke mulut Meyranti,
Meyranti menggeleng sewaktu Zulkarnaen menyentuhkan kemaluannya yg telah basah ujungnya ke bibirnya, tetapi Zulkarnaen menekan kepalanya kearah dalam kemudian dgn menutup mata, Meyranti mulai mengulum kemaluan Zulkarnaen yg mengeras itu,Zulkarnaen benar2 terangsang melihat bibir Meyranti mengulum kemaluannya , hatinya sepertikan dipenuhi oleh cinta, Mata Meyranti yg indah itu menutup menambah sensasinya sewaktu mengulum kemaluannya,

“Ya hisap terus Mey, hisap Meyranti ! hisaplah kemaluanku yg kotor ini dgn bibirmu yg indah itu, ku kotori seluruh rongga mulutmu, seluruh lidah dan gigimu akan kusentuh dan kunodai dgn kemaluanku,

“ pekik Zulkarnaen dalam hati , ketika Meyranti mulai menghisap kemaluannya, Zulkarnaen merasa cairan bening didalam saluran kencingnya sudah masuk ke mulut Meyranti, lidah Meyranti yg bermain dikepala kemaluannya membuat kemaluan Zulkarnaen sangat mengeras ia bahkan sewaktu tak pernah membaygkan Meyranti sejauh ini, begitu lidah dan bibir Meyranti menjilati buah zakar Zulkarnaen , barulah Zulkarnaen tersadar… hatinya sangat puas,
“bibirmu sudah ternoda sayg” bathin Zulkarnaen..

“Sudah cukup, sekarang aku mau menodai tubuhmu “ desis Zulkarnaen dalam hati sambil melepaskan kemaluannya dari mulut Meyranti,

Lalu direntangkan paha Meyranti .
Meyranti merasa inilah saatnya harus stop, matanya terpejam mencoba berpikir, akal sehatnya harus kembali , dia tidak boleh meneruskan hali ini, dia tidak menghendakinya, Meyranti berpikir sepertimana bila ia berguling kesamping dan

“ouuh..ouuuhh Ba-aang”

Kemaluan Zulkarnaen ternyata lebih cepat daripada otak Meyranti , kemaluan Zulkarnaen telah memasuki dirinya “ja-ngaan bang” bisik Meyranti tak berdaya,

Zulkarnaen merasa kehangatan menyelimuti tubuhnya ketika ia memasukan semua kemaluannya kedalam kemaluan Meyranti, seperti ada selimut kasat mata di punggungnya, hatinya merasa sangat bahagia melihat Meyranti, adik iparnya yg selama ini di impikannya menyatu dgn tubuhnya, betapa bahagia melihat kemaluannya keluar masuk ke kemaluan Meyranti,

“Meyrantia, tidak suka? Panggil aku Zulkarnaen saja jangan abang bila kamu ingin semua cepat berakhir” kata Zulkarnaen parau
Meyranti membuka matanya dan melihat lelaki yg dia hormati selama ini sedang terengah engah diatas tubuhnya

“ i—iya Zulkarnaen ..berhenti” kata Meyranti lirih sambil menutup mata,
Zulkarnaen semakin terangsang ketika Meyranti memanggil namanya, ia merasa seperti kekasih pada Meyranti, di percepatnya gerakan pinggulnya,

“aahhs iihhs iisss issss issss” erang Meyranti ia membuka kembali matanya , dan mendapati dirinya sedang terayun-ayun , ada sedikit gelombang kecil diperutnya, awal dari orgasme !
“aahh ahhh aaaah ” desisnya seirama dgn hentakan kemaluan Zulkarnaen didalam liang kemaluannya,

Zulkarnaen sangat terpesona dgn wajah adik iparnya itu, sangat seksi,kemudian ia jadi lepas kendali,
“ Meyrantiaa, saayaangg…enaknya kemaluanmuuu, enaknya tubuhmu Maay..oohh ..kemaluanku enak Mey? kemaluanku apa rasanya??? “ cerocos Zulkarnaen,

“apa Mey? kemaluanku apa maaayyy???”

Meyranti merasa gelombang runtun itu menyebar dari kemaluannya ke otot perutnya..dan otot2 kaki2nya..melewati syaraf punggungnya dan mulai menyerang kepalanya… pandangannya mengabur, nafasnya terasa pendek2

“enaak Banngg enaakk..kemaluanmu enaaakk” gelombang orgasme menerpa tubuhnya, wajahnya terasa tertiup hawa panas..

Demi mendengar suara Meyranti berkata begitu Zulkarnaen tidak dapat menahan lebih lama lagi , dipercepatnya gerakan pinggulnya dgn kasar, “ooouuh Meyranti…kemaluanmuuuuu milikuuuu” croooooott croooottttttt beberapa kali Zulkarnaen menumpahkan spermanya ke dalam kemaluan Meyranti , setiap semprotan dari kemaluannya selalu di
barengi oleh pikiran

“kunodai Meyrantiaa…kunodai adik iparkuuu”

Kaki Meyranti terlipat kaku di pinggang Zulkarnaen sewaktu orgasme terakhir menerpanya dan Zulkarnaen menanamkan kemaluannya dalam2…”Meyranti terimalah spermakuuu…. kubasahi seluruh liangmuu ..sampailah spermaku ke rahim mu maayy” bathinnya

Ketika nafas keduanya mulai teratur, Zulkarnaen melihat Meyranti tersenyum sayu, mata indah itu membuat kemaluannya sedikit bergetar kembali,”Cukup” pikirnya ,”tubuhmu sudah ternodai, sudah kukotori ”

Zulkarnaen bangkit dan memakai celana pendeknya , sambil berbisik ke Meyranti
“sebentar Mey , jangan berpakaian Dulu, aku harus kerumah untuk mengunci pintu nanti aku kembali”

Meyranti mengangguk lemah sambil tersenyum,

Kemudian Zulkarnaen segera melesat keruang makan, menyambar 2 kaleng bir dari kulkas, dan setengah berlari kerumahnya,

Didepan rumahnya sendiri ia membuka sekaleng bir, menenggaknya sekaligus dan melirik keatas sambil mengacungkan jempol ..

” Tuhan .. you are the best “ sambil tersenyum bahagia.
1:29 PM

Cerita Dewasa Sekali Sekali Boleh Lah

Cerita Dewasa Sekali Sekali Boleh Lah

Cerita Dewasa Sekali Sekali Boleh Lah
Cerita Dewasa Sekali Sekali Boleh Lah

Cerita Dewasa Sekali Sekali Boleh Lah


Sekali – Sekali Boleh Lah – Cerita Mesum, Cerita Mesum Terbaru, Cerita Mesum Nyata, Cerita Mesum Hot, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Mesum Terbaik, Bagi pembaca yg masuk sini serta belum cukup umur, disarankan untuk tidak membaca cerita ini. Perihal ini dimaksudkan untuk menghindari perbuatan yg tidak tidak dari mereka yg cepat berpikiran kotor kalo baca cerita mesum seperti ini.

Membaca cerita Sex untuk kalangan dewasa memang memiliki sensasi tersendiri, dimana cerita ini bisa membuat sensasi tersendiri dan menyebabkan bulu kuduk sodara merinding. Terlebih bila yg membaca cerita dgn meresapi, pasti bakalan betah seharian membacanya,.. hehehehe…
Nah, langsung aja yaa saya kasih cerita sex dewasa nyata yg paling istimewa, dan buat kamu yg udah gak sabaran silahkan disimak aja….

Cerita sex 01 : Yang Ter HEBAT
Dua anak kecil bertengkar mengenai ayah siapa yg lebih hebat.

Anaknya Ramelan: “Bapakku lebih hebat daripada Bapakmu”

Anaknya Jimmy: “Kalo gitu, Bundaku lebih hebat daripada Bundamu”

Anaknya Ramelan mengingat-ingat: “rasanya kamu benar, Bapakku selalu bilang begitu.”

Cerita sex 02 : Masih Virgin di Malam Pertama
usianya masih muda sekitar 18 tahunan namun sudah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yg bernama Surti. Karena Hamzah sudah bekerja, maka Hamzah ingin menikahi Surti.

Setelah menikah, Hamzah ingin menikmati malam pertama bersama Surti. Setelah berjuang dgn susah payah, akhirnya Hamzah berhasil menembus sela-sela pacuma si Surti dan memasukan burungnya ke liang si Surti. Dgn bangga Hamzah memuji Surti :

“Wahhh hebat benar Surti, masih perawan !!!”
Dgn kalemnya Surti menjawab :

“Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yg sampeyan tembus, namun celana dalam saya yg belum sempat saya buka”

Cerita sex 03 : Tarif Kenikmatan
Parjiman: “Dik Berapa tarif sekali masuk??”
Lonte: ”Sekali masuk 2500 bang”
Parjiman : “Ok deh loe gue booking”

Setelah mereka masuk kamar dan bermain-main. Parjiman memasukkan barangnya cuma 2 kali lalu tidak mencabutnya.

Lonte : “Bang cepetan donk… kok diem aja sich?”
Parjiman : “Uang ku cuman 5000 dik, jadi cuma bisa 2 kali masuk”
Lonte : “??????????”

Cerita sex 04 : 7 Malam 7 Detik
Dua orang Bunda rumah tangga sedang asik membicarakan tentang KEHEBATAN suami mereka di atas ranjang:

Bunda 1: “Suamiku hebat banget lho jeng,dia itu bisa main di atas ranjang selama 3 MALAM 3 JAM…wah..,sampe capek aku!”
Bunda 2: “Aahh… itu sich belum seberapa jeng, biarpun suamiku buta tapi dia bisa main selama 7 MALAM 7 DETIK lho! ”
Bunda 1: “ah,Yg bener bu?”
Bunda 2: “Iya,benerrr…dia nyari lobangnya 7 malam,tapi mainnya cuma 7 detik…”
Bunda 1: “hah…!!!!!”

Cerita sex 05 : MAKAN MALAM
Ada sepasang pengantin baru yg lagi mesra-mesranya. Suatu pagi sang suami hendak berangkat bekerja.

Suami : Ma, aku pergi dulu!

Istri : Nggak sarapan dulu?

Suami : Nggak, aku belum lapar!

Lalu sang suami mencium bibir istrinya dgn mesra sambil berkata

“ini makan pagiku!”, sang istri pun tersenyum. Karena ada sesuatu yg tertinggal, pada siang harinya sang suami balik kerumah dan bertemu istrinya lagi.

Istri : Ada apa mas koq balik kerumah?

Suami : Ada sesuatu yg tertinggal!

Istri : Nggak makan siang dulu?

Suami : Nggak, aku masih belum lapar!

Lalu dgn mesranya sang suami menghampiri istrinya dan menciumi “(.)(.)-nya” (breast) sambil berkata

“ini makan siangku!” sang istri pun senang campur bahagia. Ketika sore hari menjelang malam sang suami pun pulang kerumah, dgn kagetnya ia melihat tingkah laku sang istri, lalu bertanya.

Suami : “Sedang apa kamu!?”, karena ia melihat istrinya sedang duduk diatas rice cooker yg hidup dan panas tanpa celana dalam. Dgn ungkapan yg senang sang istri menjawab.

Istri : Ngangetin makan malam, mas! ………..

Cerita sex 06 : Gara-Gara Viagra
Seorang wanita setengah baya, mengunjungi dokter,
“Dok,” katanya,
“anunya suami saya payah, tidak bisa ‘ereksi’ sama sekali.” Dokter balik bertanya,
“Sudahkah sodara mencoba ‘Viagra’?

“Oh..belum, pasalnya suami saya menolak dan ia bilang ia tidak usah minum apapun masih bisa, tapi, Dok, saya benar-benar membutuhkan yg satu itu”, kata wanita itu.

“Baiklah, kalau begitu saya berikan sodara sebotol pil ini. Agar suami sodara tidak tahu, masukan satu pil ini pada kopi atau makanan, pada saat makan, dan tunggu saja, apa yg terjadi.” kata dokter. Beberapa hari berselang, wanita itu datang lagi dan berteriak.

“Dok, saya kembalikan barang berbahaya ini.” katanya sambil melemparkan botol Viagra.

“Loh… kenapa? saya pikir ini yg sodara butuhkan.” kata dokter.

“Yah… tentu saja saya membutuhkan hubungan intim, namun, pil ini sudah saya letakkan dikopinya, setelah diminum 15 menit kemudian, ia langsung menelantangkan saya dimeja makan, lalu melepaskan pakaianku dan memcumbuiku berkali-kali.”

“Nah, kalau begitu kan bagus. ” timpal dokter.

“Apa yg salah?”

“Masalahnya piring, gelas dan makanan yg diatas meja semuanya berterbangan hingga pecah, petugas restoran menahan kami, dan menyerahkan kami pada yg berwajib”

Tuesday, November 15, 2016

3:50 PM

Cerita Dewasa Tentang Tragedi Kecelakaan Tante Renata

Cerita Dewasa Tentang Tragedi Kecelakaan Tante Renata

Cerita Dewasa Tentang Tragedi Kecelakaan Tante Renata
Cerita Dewasa Tentang Tragedi Kecelakaan Tante Renata

Cerita Dewasa Tentang Tragedi Kecelakaan Tante Renata


Tragedi Kecelakaan Tante Renata– Cerita Bokep, Cerita BOkep Terbaru, Cerita Bokep Nyata, Cerita Bokep Hot, Cerita Bokep Terbaik, Kejadian ini terjadi ketika aqu kelas 3 SMP, yah aqu perkirakan umur aqu waktu itu baru saja 14 tahun. Aqu entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu ssudah mau ngerasain yg enak-enak. Yah itu semua karena temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aqu yg namanya Tante Renata (biasa kupanggil dia begitu) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin aqu bergetar.

Tante Renata ini tinggal dekat rumahku, hanya beda 5 rumahlah, nah Tante Renata ini cukup deket sama keluargaqu meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumahku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah Tante Renata inilah yg bikin aqu cepet gede (maklumlah anak masih puber kan biasanya suka yg cepet-cepet).

Biasanya Tante Renata kalau ke rumah Aqu selalu memakai daster atau kadang-kadang celana pendek yg bikin aqu ser.. ser.. ser.. Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang TV dan biasanya juga aqu pura-pura nonton TV saja sambil lirak lirik. Tante Renata ini entah sengaja atau nggak aqu juga enggak tahu yah. Dia sering kalau duduk itu tuh mengangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aqu ser.. ser lagi deh hmm.

Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengaja Aqu juga enggak bisa ngerti, tapi yg pasti sih aqu kadang puas banget sampai-sampai kebayg kalau lagi tidur. Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya Tante Renata ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan (wuih aqu suka banget nih). Pernah aqu hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan taqut malu sampai-sampai Aqu enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi Tante Renata malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya. Nah dari situ aqu sudah mulai suka sama tuh Tante yg satu itu. Setiap hari pasti Aqu melihat yg namanya paha sama celana dalem tuh Tante.

Pernah juga Aqu waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa. Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan Mami Aqu ngsajak Aqu pasti Tante Renata pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung. Ternyata mereka sedang bercerita tentang hantu, ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yg serem-serem, pas waktu itu Tante Renata mau ke WC tapi dia taqut. Tentu saja Tante Renata di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke WC sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya taqut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman.
Lalu Tante Renata menarik tangan Aqu minta ditemenin ke WC, yah aqu sih mau saja. Pergilah aqu ke dalam villa sama Tante Renata, sesampainya Aqu di dalam villa Aqu nunggu di luar WC eh malah Tante Renatan ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia taqut.
“Lex temenin Tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup, Tante taqut nih”, kata Tante Renata sambil mulai berjongkok.
Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yg berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga. “Serr.. rr.. serr.. psstt”, kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat Tante Renata kencing, dalam hatiku, kalau saja Tante Renata boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmm. Sampai-sampai aqu bengong ngeliat Tante Renata.
“Heh kenapa kamu Lex kok diam gitu awas nanti kesambet” kata Tante Renata.
“Ah enggak apa-apa Tante”, jawabku.
“Pasti kamu lagi mikir yg enggak-enggak yah, kok melihatnya ke bawah terus sih?”, tanya Tante Renata.
“Enggak kok Tante, aqu hanya belum pernah liat perempuan kencing dan kaya apa sih bentuk itunya perempuan?” tanyaqu.
Tante Renata cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama CDnya.
“Kamu mau liat Lex? Nih Tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti Tante enggak enak sama Mamamu”, kata Tante Renata.

Aqu hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah kemaluannya. Aqu tambah deg-degan sampai panas dingin karena baru kali ini Aqu megang sama melihat yg namanya memek. Tante Renata membiarkanku memegang-megang kemaluannya.

“Sudah yah Lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yg lain dikirain kita ngapain lagi”.
“Iyah Tante”, jawabku.

Lalu Tante Renata menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kami gabung lagi sama ibu-ibu yg lain.

Esoknya aqu masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aqu panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aqu enggak ikut karena badanku enggak enak.

“Lex, kamu enggak ikut?” tanya mamiku.
“Enggak yah Mam aqu enggak enak badan nih tapi aqu minta di bawain kue mochi saja yah Mah” kataqu.
“Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi” kata Mami.
“Renata, kamu mau kan tolong jagain si Alex nih yah, nanti kalau kamu ada pesenan yg mau di beli biar sini aqu beliin” kata Mami pada Tante Renata.
“Iya deh Kak aqu jagain si Alex tapi beliin aqu tales sama sayuran yah, aqu mau bawa itu buat pulang besok” kata Tante Renata.

Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aqu dan Tante Renata berdua saja di villa, Tante Renata baik juga sampai-sampai aqu di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu.

“Kamu sakit apa sih Lex? kok lemes gitu?” tanya Tante Renata sambil nyuapin aqu dgn bubur ayam buatannya.
“Enggak tahu nih Tante kepalaqu juga pusing sama panas dingin aja nih yg di rasa” kataqu.

Tante Renata begitu perhatian padaqu, maklumlah di usia perkawinannya yg sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.

“Kepala yg mana Lex atas apa yg bawah?” kelakar Tante Renata padaqu. Aqu pun bingung,
“Memangya kepala yg bawah ada Tante? kan kepala kita hanya satu?” jawabku polos.
“Itu tuh yg itu yg kamu sering tutupin pake segitiga pengaman” kata Tante Renata sambil memegang si kecilku.
“Ah Tante bisa saja” kataqu.
“Eh jangan-jangan kamu sakit gara-gara semalam yah” aqu hanya diam saja.

Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh Tante Renata, pada waktu dia ingin membuka celanaqu, kubilang,
“Tante enggak usah deh Tante biar Alex saja yg ngelap, kan malu sama Tante”
“Enggak apa-apa, tanggung kok” kata Tante Renata sambil menurunkan celanaqu dan CDku.

Dilapnya si kecilku dgn hati-hati, aqu hanya diam saja.
“Lex mau enggak pusingnya hilang? Biar Tante obatin yah”
“Pakai apa Tan, aqu enggak tahu obatnya” kataqu polos.
“Iyah kamu tenang saja yah” kata Tante Renata.

Lalu di genggamnya batang kemaluanku dan dielusnya langsung spontan saat itu juga kemaluanku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aqu melayg karena baru pertama kali merasakan yg seperti ini.

“Achh.. cchh..” aqu hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang kemaluan Tante Renata yg masih di balut dgn celana pendek dan CD tapi Tante Renata hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melaqukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aqu merasakan mau kencing.

“Tante sudah dulu yah aqu mau kencing nih” kataqu.
“Sudah, kencingnya di mulut Tante saja yah enggak apa-apa kok” kata Tante Renata.

Aqu bingung campur heran melihat kemaluanku dikulum dalam mulut Tante Renata karena Tante Renata tahu aqu sudah mau keluar dan aqu hanya bisa diam karena merasakan enaknya.

“Hhgg..achh.. Tante aqu mau kencing nih bener ” kataqu sambil meremas kemaluan Tante Renata yg kurasakan berdenyut-denyut.
Tante Renatapun langsung menghisap dgn agresifnya dan badanku pun mengejang keras.
“Croott.. ser.. err.. srett..” muncratlah air maniku dalam mulut Tante Renata, Tante Renata pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan kemaluan Tante Renata berdenyut kencang sampai-sampai aqu merasakan celana Tante Renata lembab dan agak basah.
“Enak kan Lex, pusingnya pasti hilang kan?” kata Tante Renata.
“Tapi Tante aqu minta maaf yah aqu enggak enak sama Tante nih soalnya Tante..”
“Sudah enggak apa-apa kok, oh iya kencing kamu kok kental banget, wangi lagi, kamu enggak pernah ngocok Lex?”
“Enggak Tante”

Tanpa kusadari tanganku masih memegang kemaluan Tante Renata.

“Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih”. Aqu jadi salah tingkah
“Sudah enggak apa-apa kok, Tante ngerti” katanya padaqu.
“Tante boleh enggak Alex megang itu Tante lagi” pintaqu pada Tante Renata.
Tante Renata pun melepaskan celana pendeknya, kulihat celana dalam Tante Renata basah entah kenapa.
“Tante kencing yah?” tanyaqu.
“Enggak ini namanya Tante nafsu Lex sampai-sampai celana dalam Tante basah”.

Dilepaskannya pula celana dalam Tante Renata dan mengelap kemaluannya dgn handukku. Lalu Tante Renata duduk di sampingku

“Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah Tante lap” katanya. Aqupun mulai memegang kemaluan Tante Renata dgn tangan yg agak gemetar, Tante Renata hanya ketawa kecil.
“Lex, kenapa? Biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih” kata Tante Renata.
Dia mulai memegang kemaluanku lagi,
“Lex Tante mau itu nih”.
“Mau apa Tante?”
“Itu tuh”, aqu bingung atas permintaan Tante Renata.
“Hmm itu tuh, punya kamu di masukin ke dalam itunya Tante kamu mau kan?”
“Tapi Alex enggak bisa Tante caranya”
“Sudah, kamu diam saja biar Tante yg ajarin kamu yah” kata Tante Renata padaqu.

Mulailah tangannya mengelus kemaluanku biar bangun kembali tapi aqu juga enggak tinggal diam aqu coba mengelus-elus kemaluan Tante Renata yg di tumbuhi bulu halus.

“Lex jilatin donk punya Tante yah” katanya.
“Tante Alex enggak bisa, nanti muntah lagi”
“Coba saja Lex”

Tante pun langsung mengambil posisi 69. Aqu di bawah, Tante Renata di atas dan tanpa pikir panjang Tante Renata pun mulai mengulum kemaluanku.

“Achh.. hgghhghh.. Tante”

Aqu pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium kemaluan Tante Renata tidak berbau apa-apa. Aqu mau juga menjilatinya kurang lebih baunya kemaluan Tante Renata seperti wangi daun pandan (asli aqu juga bingung kok bisa gitu yah) aqu mulai menjilati kemaluan Tante Renata sambil tanganku melepaskan kaus u can see Tante Renata dan juga melepaskan kaitan BH-nya, kini kami sama-sama telanjang bulat.

Tante Renata pun masih asyik mengulum kemaluanku yg masih layu kemudian Tante Renata menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dgn nafas yg penuh nafsu dan menderu.

“Kamu tahu enggak mandi kucing Lex” kata Tante Renata.

Aqu hanya menggelengkan kepala dan Tante Renata pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aqu menggelinjang hebat, ciumannya berlanjut sampai ke putingku, dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan kemaluanku pun mulai bereaksi mengeras. Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aqu hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aqu tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yg begitu dahsyat. Tante Renata pun langsung menjilati kemaluanku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun dijilatinya sampai aqu merasakan anusku basah.

Kulihat buah dada Tante Renata mengeras, Tante Renata menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku dikulumnya sambil tangannya mengocok kemaluanku, tanganku pun meremas buah dada Tante Renata. Entah mengapa aqu jadi ingin menjilati kemaluan Tante Renata, langsung Tante Renata kubaringkan dan aqu bangun, langsung kujilati kemaluan Tante Renata seperti menjilati es krim.

“Achh.. uhh.. hhghh.. acch Lex enak banget terus Lex, yg itu isep jilatin Lex” kata Tante Renata sambil menunjuk sesuatu yg menonjol di atas bibir kemaluannya.

Aqu langsung menjilatinya dan menghisapnya, banyak sekali lendir yg keluar dari kemaluan Tante Renata tanpa sengaja tertelan olehku.

“Lex masukin donk Tante enggak tahan nih”
“Tante gimana caranya?”

Tante Renata pun menyuruhku tidur dan dia jongkok di atas kemaluanku dan langsung menancapkannya ke dalam kemaluannya. Tante Renata naik turun seperti orang naik kuda kadang melaqukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan Tante Renata pun mengejang hebat.

“Lex Tante mau keluar nih eghh.. huhh achh” erang Tante Renata.

Aqupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yg hangat mengalir dari dalam kemaluan Tante Renata. Hmm sungguh pengalaman pertamaqu dan juga kurasakan kemaluan Tante Renata mungurut-urut kemaluanku dan juga menyedotnya. Kurasakan Tante Renata sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak. Tante Renata tidak mencabut kemaluanku dan membiarkanya di dalam kemaluannya.

“Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang ya” pinta Tante Renata padaqu.

Aqupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan Tante Renatapun langsung mengocok kemaluanku dgn kemaluannya dgn posisi yg seperti tadi.

“Achh .. Tante enak banget achh.., gfggfgfg..” kataqu dan tak lama aqu pun merasakan hal yg seperti tadi lagi.
“Tante Alex kayanya mau kencing niih”

Tante Renata pun langsung bangun dan mengulum kemaluanku yg masih lengket dgn cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yg ke 2 kalinya dan seperti yg pertama Tante Renata pun menelannya dan menghisap ujung kepala kemaluanku untuk menyedot habis maniku dan aqupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yg alang kepalang.

Kami pun langsung mandi ke kamar mandi berdua dgn telanjang bulat dan kami melaqukannya lagi di kamar mandi dgn posisi Tante Renata menungging di pinggir bak mandi. Aqu melaqukannya dgn cermat atas arahan Tante Renata yg hebat. Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dgn telur dadar buatan Tante Renata, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dgn Tante Renata di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam Tante Renata. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melaqukannya atas permintaan Tante Renata, tepat jam 4:30 kami mengakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.

“Lex kamu sudah baikan?” tanya Mamiku.
“Sudah mam, aqu sudah seger n fit nih” kataqu.
“Kamu kasih makan apa Ni, si Alex sampai-sampai langsung sehat” tanya Mami sama Tante Renata.
“Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus kukasih saja obat anti panas” kata Tante Renata.

Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobil pun aqu duduk di samping Tante Renata yg semobil dgnku. Mami yg menyopir ditemani Ibu Herman di depan. Di dalam mobilpun aqu masih mencuri-curi memegang barangnya Tante Renata.

Sampai sekarang pun aqu masih suka melaqukannya dgn Tante Renata bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dgn Tante Renata. Sekali waktu aqu pernah mengeluarkan spermaqu di dalam sampai 3 kali. Kini Tante Renata sudah dikarunia 2 orang anak yg cantik. Baru kuketahui bahwa suami Tante Renata ternyata menagalami ejaqulasi dini. Sebenarnya kini aqu bingung akan status anak Tante Renata.

Yah, begitulah kisahku sampai sekarang aqu tetap menjadi PIL Tante Renata bahkan aqu jadi lebih suka dgn wanita yg lebih tua dariku. Pernah juga aqu menemani seorang kenalan Tante Renata yg nasibnya sama seperti Tante Renata, mempunyai suami yg ejaqulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dgn menelan air mani lelaki muda.
2:40 PM

Cerita Dewasa Fiola Gadis Penggoda

Cerita Dewasa Fiola Gadis Penggoda


Cerita Dewasa Fiola Gadis Penggoda
Cerita Dewasa Fiola Gadis Penggoda



Cerita Dewasa Fiola Gadis Penggoda

Fiola Gadis Penggoda – Kisah Seks, Kisah Seks Terbaru, Kisah Seks Nyata, Kisah Seks Terbaik, Kisah Seks Terhangat, Kisah Seks Hot, Namaqu Fiola, usiaqu baru 17 tahun. Pagi ini setelah selesai mandi aqu berdiri di depan cermin, kuperhatikan lekuk liku baygan badanku di dalem sebuah cermin besar yg terpasang di dinding dikamar. Badanku yg putih mulus tanpa cela sedikitpun, wajah orientalku yg jelita, kedua mataqu yg sipit khas gadis keturunan, rambutku yg hitam indah tergerai sepunggung.

Sekali lagi aqu menyapu baygan badanku di dalem cermin yg begitu mungil menggemaskan sebelum akhirnya menjatuhkan handuk yg membalut badanku, kuperhatikan buntalan buah dadaqu yg sekal dan ranum padat dihiasi pentil berwarna pink yg meruncing, bulu-bulu jembut tumbuh merintis menghiasi permukaan kemaluanqu. Tanganku merayap turun ke arah dada, kuusap bulatan buah dadaku yg putih padat dan kuremas-remas sepasang buah dadaqu dgn teratur. Ada rasa geli yg menggelitik saat jari tengahku bergerak lembut memutari putingku yg runcing mengeras. Anganku melayg tinggi mencoba menghayalkan seseorang , apakah dia tampan ?? berbadan putih terawatt ? Tidak..!! aqu sama sekali tidak membaygkan sosok laki – laki seperti itu, sama sekali tidak…!! Aqu sedang asik membaygkan Mang Jambrong , seorang tukang becak langgananku, membaygkan ia menggeraygi lekuk liku badanku yg putih mulus, membaygkan mulutnya mencucup puncak buah dadaqu, membaygkan ia meraih badanku yg mungil kemudian menjebloskan gagang kemaluannya yg keras…. Ke dalem….

“Auhhh…. “

Aqu tersentak kaget , sedikit kesadaranku yg tersisa mendorongku keluar dari pekatnya halusinasi kenikmatan di dunia khayal, idih!!! betapa kotornya pikiranku, aqu bergegas mengenakan pakaian seragamku, kemudian berlari kecil menuruni anak tangga, menuju ruang makan.

“Pagi Mamm, Pihh, Cie..muahh he he he”

“duhh…ni anak…makin manja aja.., duduk sini…”

“emmmhh.. ci Debora…”

Aqu bergelayutan di lengan ciciku.

“Fiola.., makan dulu yg bener….”

Mamaqu menasihatiku, sedangkan papaqu hanya tertawa melihat kemanjaanku.

Seorang pembantu berusia separuh baya menyediakan sarapan pagiku, Mbok Surti begitulah biasanya aqu dan keluargaqu memanggilnya, pembantu part time yg sudah 3 tahun bekerja di rumahku. Pagi ia kerja jadi pembantu sampe jam 12 siang teng, dgn lahap kusantap sarapan pagiku, waduh laper nih…

^_^.
“mihhh, Pihhh, Cii, Aqu duluan yaa…”

“Lhoo…, Papa anter, sekalian nganter Cici kamu….”

“Gag usah…, Fiola naik beca aja pih..”

Aqu menghindar saat papaqu hendak mengantar.

“Fiola… niii…ketinggal, cring cringgg…”

Ci Debora menggoyg-goygkan kunciku yg tertinggal di atas meja.

“ehhh iyaaa, mkasih ciii… thaaa..”

Ci Debora tersenyum saat aqu menyambar kunci dari tangannya.

Aqu berjalan santai sambil menghirup dalem-dalem udara segar dipagi hari, sebuah senyum malu melintas di mulutku saat melihat sesosok badan tinggi kekar yg tengah mengaso di atas bangku becaknya, kudekati becak Mang Jambrong. Kedua mataqu mengamati moment yg indah ini dgn menjelajahi badan Mang Jambrong yg kekar. Ih…mulut Mang Jambrong sampe mangap-mangap begitu, oww itu lidahnya kelihatan basah dan berlendir, dua orang tukang becak menghampiriku.

“Mau diantar sama saya Non ?? “ Mang Husein mencoba untuk merebut perhatianku.

“sudah Non sama saya sajaa…, “ Mang Oleh ikut-ikutan mencoba menarik perhatianku.

“Egag makasih…” aqu menjawab singkat.

“Mangg Jambrong, Fiola sudah sampai nihh, Mangg…, waduh!! MAANGGG..!!“ aqu berteriak agak keras mencoba untuk menyadarkan Mang Jambrong.
“E-ehh, Non Fiola… “

Ia agak gelagapan, dgn sigap mang Jambrong turun dari atas bangku becaknya dan mempersilahkan-ku untuk naik keatas becak, saat becak melaju aqu menengok kebelakang, ahhh, sesuatu itu tercetak menonjol dari balik celana Boxer belel yg dikenakan oleh mang Jambrong, aqu pura-pura bercermin , kuarahkan cermin itu kesuatu titik diselangkangan Mang Jambrong , napasku tertahan , sesak sekali rasanya, tidak terasa perjalanan yg menyenangkan itu berakhir dan aqu melompat turun dari atas becak.

“Nonn, nanti mang Jambrong jemput ya”

“Iya mang..!!“

Aqu berlari kecil melewati gerbang sekolahku, beberapa orang siswa dan siswi berlari di belakangku. Whuzzz…sebuah angin kencang lewat di kanan badanku dibarengi dgn sebuah tamparan keras pada buah bokongku

“plakkkkkkk….!!”

“Owwww…!! Airin….!!” kontan saja aqu menjerit terkejut, aqu menjerit kesal kemudian berusaha mengejar seseorang yg terkekeh sambil berlari mendahuluiku., Airin mempercepat larinya, aqupun tidak mau kalah, kejar mengejarpun berlangsung hingga pintu kelas I – E. Airin bersembunyi dibelakang seorang gadis yg tidak kalah cantik dgn kami berdua..

“E-eh kenapa nih ?? kenapa ??“ Santi mencoba meleraiku dan Airin

“Uhhh-ohh, Kingkong.. siKingkonggg…” Airin berbisik keras kemudian buru-buru masuk ke dalem kelas

Santi menarik lenganku ia membalikkan badan menyusul Airin, aqu menoleh sebentar kebelakang, aqu bergidik saat seorang guru berbadan gembrot melangkah tergesa-gesa dari kejauhan menuju kelas kami, sudah gembrot, jelek, galak, sebel deh, HUEKKKK…!!

“Klekk…!!” Pak Haryanto menutupkan pintu kelas.

“Selamat pagi anak-anak, tadi bapak melihat ada tiga orang siswi di kelas ini yg tidak disiplin, bapak harap ketiga siswi itu tidak mengulangi perbuatannya..!! kalian kan datang ke sekolah ini untuk belajar dan blah.. blahhh blahhh ”

Suara Pak Haryanto menggelegar pandangan matanya begitu tajam menghujam ke arahku, Airin dan Santi yg menggerutu panjang lebar di dalem hati kami masing-masing. Aduh koq wejangan-wejangan Pak Haryanto gag berhenti-berhenti sih..

“dan juga selain itu kalian sebagai anak bangsa seharusnya Ehemm..!! uhh ?!”

Pak Haryanto berdehem keras, ia menghentikan wejangannya yg membosankan saat aqu menumpangkan kaki kiriku ke atas kaki kanan. Dari arah meja guru mata si gembrot mendelik dgn wajah merah padam dgn leluasa mata Pak Haryanto merayapi pangkal pahaqu. ceritasex.com Aqu pura-pura tidak tahu sambil membolak-balik buku pelajaranku, aqu membalas tatapan mata mesum Pak Haryanto dgn tatapan mataqu yg innocent hingga ia salah tingkah di depan kelas. Sambil mengajar Pak Haryanto menikmati kemulusan pahaqu, kunaikkan kedua kakiku pada besi yg melintang di bawah mejaqu, kujingjitkan ujung kakiku sambil mengipas-ngipaskan kedua pahaqu yg putih mulus. Pak Haryanto semakin keras berdehem, ia terus mengajar sambil menatap pahaqu. Aqu tertawa kecil dalem hati melihat ekspresi wajah pak Haryanto yg berusaha memendam nafsu birahi.

Ia menghela napas kecewa saat loceng sekolah berdentang keras dan menatap sekali lagi kekolong mejaqu, matanya nanar menikmati kemulusan pahaqu kemudian ia menatap wajahku, setelah merekam kecantikanku, dgn langkah yg terlihat berat ia melangkah keluar dari dalem kelas.

“Tic toc tic toc…!! “ jarum jam di kelasku berlari dgn kencang, tanpa terasa usai sudah kegiatan belajar dan mengajar di sekolahku.

Setelah bercipika cipiki dgn kedua sahabatku, dgn cepat aqu menuju gerbang sekolah, aqu tersenyum saat seorang pengemudi becak menghampiriku.

“Ayo Non, lesss go……” dgn gayanya yg khas Mang Jambrong mempersilahkanku untuk naik becak
Dgn genjotan-genjotan Mang Jambrong, becak yg kutumpangi melaju dgn cepat. Aqu melamun joblous sambil mengintip ke belakang melalui sebuah cermin kecil yg kupakai untuk bercermin sambil berpura-pura merapikan rambutku. Becak yg kutumpangi berhenti sebentar saat akan menyebrang jalan dan akhirnya berhenti tepat di depan rumahku, saat akan membayarnya tiba-tiba saja rintik-rintik hujan tercurah dari langit yg kelabu dan semakin deras, dgn spontan aqu berteriak keras….

“Masuk dulu manggg, Hujannn….!!”

“Gag usah Nonn..”

“Gag apa Manng, ayo masukk!” aqu mengundangnya masuk untuk menunggu hujan deras itu reda.
Setelah memarkir becaknya di depan rumah, ia menyusul dan duduk di lantai teras rumahku sambil mengipas-ngipaskan topinya untuk mengusir rasa gerah. Aqu memperhatikan setiap lelehan keringat Mang Jambrong, tanganku melayg semakin tinggi, aqu duduk di bangku tepat dihadapannya. Entah setan apa yg menggodaqu saat perlahan-lahan kurenggangkang pahaqu melebar, kuperhatikan Mang Jambrong yg tertunduk mengantuk, matanya terpejam rapat dan akhirnya tertidur sambil bersandar, pada tembok pendek setinggi 75 cm yg membatasi teras rumah dan rumput hijau di halaman depan.

Aqu memincingkan kedua mataqu, perhatianku terfokus pada tonjolan dicelana boxer belel berwarna hitam itu, hatiku bertanya-tanya apakah benda itu juga hitam seperti kulit badan Mang Jambrong, lalu berapa kira-kira panjangnya gagangnya. Dgn perlahan aqu memajukan wajahku, posisi kedua kaki mang Jambrong sedikit tertekuk mengangkang, posisinya membuatku semakin terangsang, ceglukkk…ceglukk, berkali-kali aqu menelan ludah untuk membasahi tenggoblousanku yg terasa kering.

“ahhh…..!! gilaaa…“

Aqu berseru kaget sambil menarik dan melengoskan wajahku ke arah lain saat kedua kaki Mang Jambrong terjatuh ke samping dari sela-sela bawah celana boxer yg kedodoran aqu dapat melihat sebuah benda yg terkulai ke samping. Dgn memberanikan diri aqu kembali mengarahkan mataqu pada “benda” yg seharusnya tidak terlihat itu, tanganku gemetaran saat berusaha mengarahkan Hp Sony Ericson C905 milikku , c-klek, c-klek, c-klek…, beberapa kali kufoto benda yg terkulai itu dan terus kufoto, ku zoom dan kufoto lagi. Entah berapa puluh kali aqu mengabadikan sebuah benda hitam fotogenik diselangkangan Mang Jambrong.

“Dhuarrrr….!! “

“Uhhhh…., beuhhhh… Hoaaaaammmm…”

“Deggg. Degg DEGGGG….!!” jantungku berdetak dgn cepat, suara sambaran petir yg menyalak keras membangunkan mang Jambrong

Ia menggeliat sambil menguap lebar, aqu pura-pura mengotak-atik Hpku. Kutundukkan wajahku sedalem mungkin tanpa berani melihat kearah Mang Jambrong yg kembali menggeliat kemudian bangkit berdiri. Aqu membuka folder di hpku dan tersenyum nakal melihat hasil jepretanku.

“Hujannya besar ya Non… “ Mang Jambrong mencoba untuk membuka pembicaraan dgn ku.

“i-iya mang , eumm , kelihatannya besar dan panjang banget.., eh, apanya mang ??”

“hujannya , emm, maksud non Fiola apanya yg Panjang ya ??

“oooo, egag koq, maksudku hujannya gede dan panjang , gitu loh mang, ehem..”

Aqu berdehem untuk mengusir rasa jengah saat Mang Jambrong menatapku, kusandarkan punggungku ke belakang dan kutumpangkan kaki kananku di atas kaki kiri, secara otomatis blous seragamku naik hingga memperlihatkan pangkal pahaqu bagian bawah.

“HAH ?? !! “

Seiring dgn suara seruan kerasnya, kedua mata Mang Jambrong melotot merayapi kemulusan pahaqu, sesekali ia menatap wajahku dan menikmati kecantikanku kemudian kembali menatap ke bawah memelototi pangkal pahaqu. Setelah menengok ke kiri dan ke kanan Mang Jambrong mendekatiku, ia duduk bersimpuh di hadapanku. Aqu hanya tersenyum saat ia berkali-kali menelan ludah sambil menengadah kan wajahnya menatapku. Mang Jambrong semakin horny dan mupeng saat aqu mengerlingkan ekor mataqu dgn nakal berusaha memberikan lampu hijau untuknya, dan Mang Jambrong menangkap isyaratku dgn sangat baik sekali, mulutnya tersenyum lebar, sinar matanya bertambah mesum saat beradu pandang dgn mataqu yg sipit. Aqu diam saat ia mendekatkan matanya untuk menikmati kemulusan pahaqu dari jarak yg lebih dekat hingga dapat kurasakan hembusan-hembusan napasnya menerpa kulit pahaqu, rupanya ia merasa tidaklah cukup kalau hanya dgn melihat kemulusan pahaqu. Kurasakan permukaan telapak tangan kirinya yg terasa kasar mengusap-ngusap betisku kemudian semakin berani perlahan merayap naik ke atas mengusap-ngusap lututku dan menyusup ke dalem blous seragamku dan kemudian jatuh untuk mengusap-ngusap pangkal paha kananku. Dgn sengaja aqu menurunkan paha kananku agar telapak tangan kirinya tergencet di bawah pangkal pahaqu, tangan mang Jambrong bergerak menekankan kedua pahaqu kearah yg berlainan kemudian mengusapi permukaan pahaqu bagian dalem.

“Wahhh Nonnn, mulus banget….“ ia memuji kehalusan dan kelembutan permukaan pahaqu, suara rintihan lirihku tertelan oleh suara hujan deras dihari itu, sekujur badanku merinding panas dingin saat telapak tangan Mang Jambrong semakin aktif merayapi pahaqu.

Baru pertama kali ini ada seorang laki – laki yg merayapi pahaqu, ternyata seperti ini rasanya sentuhan tangan mang Jambrong, jauh lebih nikmat daripada khayalanku selama ini, telapak tangan mang Jambrong terasa kasar namun ada rasa nikmat saat kekasaran itu menyentuh permukaan pahaqu yg halus lembut, kedua mataqu yg sipit terpejam-pejam menikmati elusan tangan mang Jambrong didalem blous seragamku.

“Non, Non Fiola…psssssttt..”

“emm ?? eh i-iya mang…kenapa mang ??”

“Kalau ada orang bilang-bilang ya…hupp nge he he”

“Haaaaaa-uh…..!!”

Napasku tertahan , tanpa meminta persetujuanku mang Jambrong menaikkan kakiku mengangkang ke atas pungungnya. Bagaikan anjing yg raqus ia menjilati dan mencumbui pahaqu sebelah dalem, memangut, mencium dan menjilat. Aqu berpegangan kuat-kuat pada lengan bangku yg terbuat dari kayu jati, ceritasex.com badanku gemetar hebat saat cumbuannya hinggap di permukaan celana dalemku, hembusan-hembusan napas mang Jambrong yg hangat merembas melalui pori-pori kain celana dalem yg kukenakan. Aqu merasa nyaman, risih dan malu sekaligus saat ia mengendus-ngendus aroma celana dalemku.

“Wangi bangett, Wuihhh.. Snifffhh.. Snifffhhhh, Lecc-ccckkkkk..”

“Ahhhh…!! MAMPUS Akhuu….!!.maaanggggh…ahhhhhh”

Aqu terperanjat, napasku memburu berdengusan saat gagang lidah mang Jambrong menyelinap melalui pinggiran celana dalemku, rasa nikmat itu begitu menggelitik, mengupas rasa ingin tahuku selama ini tentang rasa nikmat. Aqu meringis saat gagang lidah mang Jambrong berusaha menggapai-gapai mulut kemaluanqu, badanku berkelojotan kesana kemari menghindari rasa geli itu.

“Ahhh..!!”

Aqu menepiskan tangannya yg berusaha menarik celana dalemku

“Liat Nonnnnn….”

“Egag ah.., gag boleh…!!ee-eh MANG…!!”

Aqu terkejut saat mang Jambrong menekankan bahuku agar bersandar ke belakang, wajahnya mendekati wajahku, dengus napasnya terasa hangat menerpa pipiku, dgn mesra mulut mang Jambrong menempel dimulutku, mulutnya terasa lengket melekat dimulutku, ini benar-benar gila..!! Kuberikan ciuman pertamaqu pada seorang tukang becak…?? Sadar Fiolayyy…, SADARRRR…!! Aqu berusaha menyadarkan diriku, mulut Mang Jambrong yg lengket mulai mengulum-ngulum mulutku, aqu menarik mulutku agar terlepas dari kulumannya

“Gag mau mang, gag mau, mmmfffhhh.. Mmmmmmm”

Aqu merasa jijik sekaligus terangsang saat mulutnya membekap mulutku dan melumat-lumat mulutku, aqu bertambah jijik saat merasakan mulutku basah oleh air liur mang Jambrong yg sudah bercampur dgn air liurku, rasa jijik berteriak agar aqu menghentikan ciuman pertamaqu sedangkan rasa terangsang menyemangati agar aqu membalas kuluman mang Jambrong.

“Emmhhh.. mmmhhhh… ummmmhhhh…ckk.. ckk emum-mmhhhh”

Dgn canggung aqu mulai memberanikan diri untuk membalas kuluman mulut mang Jambrong, oh, apa ini ?? ada sebuah rasa nyaman dan nikmat sekaligus yg kurasakan saat mulutku dan mulutnya saling mendesak dan saling balas berpangutan sementara tangan mang Jambrong berkeliaran dgn sebebas-bebasnya menggeraygi badanku dan mengusapi pahaqu yg terkait dalem posisi mengangkang di kedua bahunya.

“M-manggghhhhh…”

Badanku seperti menggigil saat ciuman-ciumannya merambat turun keleherku, dgn kasar mulut mang Jambrong memanguti gagang leherku dan menghisap leher kananku dgn kuat. Entah kenapa aqu tiba-tiba mengingat film draqula apakah seperti ini dihisap oleh Count Jambrong ^_^ , kedua tanganku melingkar memeluk gagang leher mang Jambrong, tanpa dapat ditahan lagi, aqu merintih lirih dan tampaknya mang Jambrong menyukai suara rintihanku, ia semakin liar menggeluti dan menghisapi gagang leherku hingga meninggalkan bekas-bekas cupang kemerahan.

“Uhhhhh.!!” badanku melonjak seperti tersengat listrik saat tangannya meremas celana dalemku di bagian selangkangan dan kemudian mengusapi permukaan celana dalemku.

Mataqu bertatapan dgn mata mang Jambrong yg berbinar –binar liar, aqu terlena dalem nyamannya rasa nikmat hingga tidak menyadari saat tangannya yg satu lagi mempreteli dua buah kancing baju seragamku sebelah atas dan merayap masuk ke dalem baju seragamku.

“Ohhhhhhhhhhhh…..” aqu tersadar kontan saja aqu meronta sambil memegangi tangan mang Jambrong yg menyelinap kedalem bra dan merogoh buah dadaqu.

Aqu semakin resah saat ia meremas-remas buntalan buah dadaqu, ahh, luar biasa nikmatnya, ternyata seperti ini rasanya jika buah dadaqu diremas-remas oleh tangan seorang laki-laki, telapak tangan Mang Jambrong yg kasar bergesekan dgn kulit buah dadaqu yg halus dan membuahkan rasa nikmat yg sulit sekali untuk diungkapkan dgn kata-kata.

“rileks Nonnn, rileksss….” Mang Jambrong berusaha menenangkanku, aqu mencoba untuk menikmati remasan-remasan tangannya, aqu memperbaiki posisi bersandarku agar lebih nyaman dgn posisi kedua kakiku mengangkang pasrah, kubiarkan tangan kiri Mang Jambrong meremas dan mengelusi selangkanganku dan tangan kanannya meremas-remas buah dadaqu. Aqu memalingkan wajahku ke arah lain, kugigit mulut bawahku untuk menahan suara desahan dan rintihan yg hampir melompat keluar dari mulutku.

“jangan mang…ee-ehh…, aaa..!!” aqu mencekal tangan kirinya yg bergerak cepat menyelinap masuk melalui atas celana dalemku, keempat jarinya yg sudah terlanjur masuk menggaruki dan memijat-mijat permukaan kemaluanqu. Napasku terasa semakin berat dan sesak saat rasa nikmat itu semakin menjadi-jadi, gairahku semakin sulit untuk kukendalikan. Untuk beberapa saat lamanya aqu terdiam pasrah, seringai mesum mang Jambrong membuatku ketaqutan, dalem ketidak berdayaanku aqu berusaha untuk menolak dan menghentikan semua kegilaan ini.

“ufffhhh.., M-mang Jambrongn…, egag ahh, gagkk mau.. aaa..!!”

kutarik pinggulku ke belakang sambil berusaha mengeluarkan tangan kirinya dari celana dalemku, aqu berusaha dan terus berusaha namun tangan mang Jambrong semakin dalem merayap masuk ke dalem celana dalemku dan akhirnya berhasil menangkup selangkanganku. Entah kenapa badanku terasa menghangat lemas saat belahan mulut kemaluanqu mengalami kontak langsung dgn tangannya yg mulai meremas-remas wilayah rahasiaku. Aqu mendesah nikmat saat tangan mang Jambrong merayapi mulut kemaluanqu dan mulai menguruti mulut kemaluanqu. Aqu benar-benar keenakan menikmati urutan-urutan mang Jambrong mulut kemaluanqu.

“emmmhhh.., hsssshh.. sssshhhhh.. ahhhh” aqu tidak menyadari sejak kapan aqu mulai mendesis dan mendesah, semuanya terjadi begitu saja, berjalan alami, sealami cairan kemaluanqu yg meleleh melalui rekahan kemaluanqu yg masih suci.

Aqu semakin sering menggelinjang dan menggelepar keenakan saat jari kanan Mang Jambrong menjepit dan memilin-milin putting buah dadaku. Sementara jemari kirinya terus menerus mengelus dan menggesek-gesek belahan mulut kemaluanqu.

“Manggggg, emmmh-mang Jambrongn aakhhhh cretttt… cretttttttt.. cretttttttt…”

aqu mengejang dgn napas tertahan saat merasakan kemaluanqu berdenyut-denyut dgn kuat
Semburan-semburan cairan hangat yg nikmat itu membuat badanku menggigil dgn hebat. Remasan-remas tangan mang Jambrong membuatku semakin terhanyut menikmati puncak klimas pertamaqu bersama seorang laki-laki. Kedua mataqu merem melek menikmati sisa-sisa puncak klimaks yg baru saja kualami.

“AWWWWW…..!!” aqu menjerit keras saat ia membetot celana dalem yg kukenakan hingga terlolos melewati pergelangan kakiku, dgn reflek aqu menarik turun blous seragamku yg tersibak, tanganku melayg di udara….

“Plakkkk……!!” aqu menampar wajah Mang Jambrong hingga ia terjengkang.

“ee-ehh, Maaf Non, Maaf….” Mang Jambrong tersentak kaget saat aqu bangkit dan meninggalkannya begitu saja diteras rumahku

Aqu tidak menggubris permintaan maaf Mang Jambrong, dgn terburu-buru aqu mengunci pintu rumahku, dgn dibatasi oleh kaca jendela aqu dan Mang Jambrong saling memandang, ia berdiri sambil memegangi celana dalem berwarna putih milikku. Pahaqu bagian dalem terasa lengket oleh cairan kemaluanqu yg meleleh, perlahan-lahan aqu melangkah mundur kemudian membalikkan badan dan berlari menaiki anak tangga menuju kamarku, wajahku terasa panas karena jengah, masih terasa usapan-usapan telapak tangan mang Jambrong yg merayapi pahaqu, masih terasa denyutan-denyutan kenikmatan puncak klimaks itu. Setelah menutup pintu kamar, aqu merayap naik keatas kasur dan bersembunyi di balik bedcover, kupejamkan mataqu, aqu berusaha menenangkan diri sambil berusaha mengusir sisa-sisa kenikmatan yg masih dapat kurasakan. Semenjak kejadian itu aqu berusaha menghindari Mang Jambrong, aqu memilih tukang becak yg lain, terkadang aqu merasa kasihan saat Mang Jambrong menatapku dari kejauhan. Aqu taqut dan malu, semuanya berjalan lancar hingga pada suatu siang sepulang sekolah. Aqu mendengar seseorang menekan bel rumahku, dgn malas aqu melangkah untuk melihat siapa orang yg datang bertamu ke rumahku, deggg…!

“Ada apa ya Mang ??”

“Permisi Non, Mang Jambrong mau numpang ke wc, tolong Nonnn, Toloonggg..”

“Deggg.. deggg..degggg” jantungku berdetakan dgn kencang, aqu menygsikan jawaban Mang Jambrong saat mataqu bertatapan dgn tatapan matanya, tatapan matanya begitu liar sementara mulutnya terus menerus memohon agar aqu mengizinkan dirinya untuk masuk. Dgn ragu-ragu aqu membuka slot berantai yg menahan pintu rumahku, aqu mundur kebelakang saat sesosok badan hitam besar Mang Jambrong langsung menyelinap masuk kedalem, aqu tersentak mendengar suara pintu rumahku yg ditutup dgn kasar.

Aqu memejamkan mataqu saat ia merengkuh badan mungilku ke dalem pelukannya, ah…rasa hangat ini, rasa hangat dan nyaman inilah yg begitu sulit untuk kuusir, Ohh begitu nyaman dan nikmat rasanya pelukan Mang Jambrong.

“Nonn, Mang Jambrong rindu banget sama Non Fiola…”

Aqu membiarkan tangannya yg menggeraygi badanku.

“mang Jambrong ?? mang ingin ke wc kan ??”

Ia tidak menjawab, aqu membiarkan Mang Jambrong memelukku.

“ehh, jangan mang , ja-jangann emmmhh emmmhhhh…!! Hmmphh..” aqu menarik wajahku kebelakang saat mulut mang Jambrong mengejar mulutku.

Hap…mulut Mang Jambrong mencaplok mulutku, tangan kirinya merengkuh pinggangku yg ramping, sementara tangan kanannya menggeraygi pinggul dan bokongku, pinggangku terjengking ke belakang saat mulutnya mencumbui dan mendesak mulutku. Ia melumat-lumat mulutku hingga aqu sesak kehabisan napas. Gairahku yg kupendam selama berhari-hari langsung meledak hebat menjebol dinding kokoh yg menghalangiku dgnnya. Aqu membalas memanguti mulut Mang Jambrong, kami berciuman dgn liar untuk melampiaskan rasa sesak di dada.

“Jangan disitu mang..” aqu menahan langkahku, saat mang Jambrong menarikku ke dalem sebuah kamar.

“kamarnya Non Fiola disebelah mana ??”

“di atas mangg…” jari telunjukku menunjuk ke atas tangga,

Mang Jambrong membopong badanku yg mungil menaiki anak tangga menuju kamarku, ditendangnya pintu kamarku yg sedikit terbuka dan dilemparkannya badanku keatas kasur kemudian ia merangkak menaiki badanku. Aqu terdiam saat Mang Jambrong merebahkan badannya yg kekar menindih badanku yg mungil.

“aahhhhhhh, Manggggg!!” aqu mendesah menahan beban badan Mang Jambrong yg menggeliut liar, aqu mengangkat wajahku keatas memberi ruang agar mang Jambrong lebih leluasa menggeluti leherku, napasnya memburu hangat di sela-sela leherku, badannya yg besar mendesaki badanku yg mungil.

“Ufffhhh… “ aqu mengeluh saat tangan mang Jambrong menjamah buah dadaqu yg masih rapih terbungkus dibalik pakaian seragam yg kukenakan

Aqu menahan tangan kekar mang Jambrong yg hendak mempreteli kancing baju seragamku, kedua tangan mang Jambrong menekankan kedua tanganku ke atas kepala agar tidak banyak bertingkah, wajahnya mendekati wajahku. Untuk beberapa saat lamanya Mang Jambrong menatapku, aqu memejamkan kedua mataqu saat mulutnya membekap mulutku.

“emmm,,, mmmmmhh ckk emmmhhhhh” Mang Jambrong begitu raqus melumat-lumat mulutku, ia menyedot air liurku hingga kering, kemudian kurasakan gagang lidahnya menekan masuk ke dalem mulutku dan menggelitiki langit-langit mulutku.

Aqu mencoba untuk membalas cumbuan Mang Jambrong, suara desah dan rintihanku ditimpa oleh suara gemuruh napas seorang tukang becak berbadan tinggi kekar yg tengah menindih badanku.
“Non Fiola cantik banget sih, cicinya Non Fiola juga cantik, bilang sama Non Debora Mang Jambrong pengen nyomot buah dadanya he he he he”

“jangan kurang ajar mang..!!”

Aqu membentak mang Jambrong untuk membela ciciku Debora. Mang Jambrong membelai wajahku kemudian mulutnya kembali memangut-mangut mulutku, dgn malu-malu mau aqu membalas pangutan – pangutannya. Kujulurkan gagang lidahku keluar, ada sengatan nafsu saat lidahku dan lidah Mang Jambrong saling membelai, bergelut bergelung, membelit-belit dan saling memutari dgn mesra.

“Huuhhh , mmmhhh.. Hssshh Sssshhhh” aqu mendesis saat merasakan hisapan-hisapan mulutnya merambat mencupangi gagang leherku.

Aqu pasrah saat tangan Mang Jambrong kembali menjamahi dadaqu, wajahnya merosot turun, kemudian bersembunyi ke dalem blous seragamku, gagang lidahnya menyelinap melalui pinggiran celana dalemku, terpaan hawa hangat menyelinap menghembus permukaan, jilatan – jilatan gagang lidah mang Jambrong pada permukaan celana dalemku membuat diriku menggigil nikmat, badanku memanas terbakar oleh nafsu liarku.

“ee, ennnhhhhh crr crrrrr crrttttt…..”

Kemaluanqu berdenyutan dgn nikmat, nikmat sekali hingga aqu menggelepar dgn napas tertahan-tahan, cairan kemaluanqu yg merembes membasahi celana dalemku dihisap habis oleh Mang Jambrong kudorong kepala mang Jambrong keluar dari dalem blous seragamku, dgn mesra mang Jambrong memeluk badanku yg berpeluh, ia berbisik mesum di telinggaqu.

“Cairan memek Non gurih sekali, boleh mamang lihat memeknya ??”

Mang Jambrong mendesah kecewa saat aqu menggelengkan kepalaqu, untuk melampiaskan kekecewaannya Mang Jambrong menggeraygi badanku. Seorang tukang becak berwajah buruk kini begitu leluasa dan bebas merayapkan tangannya pada badanku. Berkali-kali mulut Mang Jambrong mengecupi mulutku, tangannya merayap masuk ke dalem blous seragamku kemudian mengelus dan meremas-remas permukaan celana dalem di bagian selangkanganku. Berkali-kali mang Jambrong membimbingku menuju puncak klimaks, badanku terasa lelah, aqu menolak keinginan Mang Jambrong saat ia hendak menggeluti badanku kembali untuk yg kesekian kali.
“Sudah mang, Fiola gag mau…, capek”

“Ya sudahh kalau Non gag mau sih, gag apa-apa, Mang Jambrong mau narik becak dulu yak Non…makasih ya”

Telapak tangan mang Jambrong mengusap peluh wajahku dan mengecup keningku. Aqu hanya terdiam, entah harus berkata apa, setelah merapikan pakaian seragamku. Aqu mengantar mang Jambrong, sebelum aqu menutupkan pintu rumahku, mang Jambrong membalikkan badan dan menatapku, wajahku memanas saat ia berbisik pelan.

“Non,besok Mamang antar kesekolah ya…, terus kita main-main lagi, jangan terlalu pelit nonnn, supaya lebih nikmattt.. he he he he he”

Sebuah senyuman melebar diwajah Mang Jambrong saat aqu mengangguk, kututupkan dan kukunci pintu rumahku. Dgn langkah gontai aqu menuju kulkas yg terletak di dapur, kuteguk habis segelas air dingin untuk meredakan gejolak di hatiku. Aqu menghempaskan pinggulku di atas sofa empuk di ruang keluarga, dgn sebuah remote kunyalakan TV LCD berukuran 42 inch, oh betapa nikmat kurasakan saat badanku digeraygi oleh seorang tukang becak langgananku, bisikan hawa nafsu menggelitiki akal sehatku. Aqu mulai bertanya-tanya penasaran dalem hati, bagaimana rasanya jika gagang kemaluan Mang Jambrong menusuki belahan kemaluanqu??

“aaahhhh, kau gila Fiola, kau gila….!!”

Aqu menjauhkan rasa ingin tahu yg rasanya terlalu kotor untukku. Aqu mengutuki diriku sendiri, walaupun pakaianku masih melekat dibadanku namun seorang tukang beca sudah menggeraygi hampir seluruh lekuk liku badanku yg menggairahkan, menggeluti badanku sepuas yg ia mau, dan aqu tidak kuasa untuk menolak keinginannya atau lebih tepatnya aqu tidak kuasa untuk menahan keinginanku yg begitu liar.

******************************
Siang di sekolah
Entah kenapa hari itu terasa begitu lama, berkali-kali aqu menatap kesal pada jam dinding kelasku yg berjalan lambat tertatih-tatih, saat aqu sedang asik melamun, Airin menyenggol lenganku.

“Psssttt.., Fiola…, halaman 105 paragraf 4” aqu menoleh ke arah Airin yg berbisik.

“Hahh, ?? ngapain ??” aqu gelagapan tersadar dari lamunanku.

“dibacaaa, duhh, giliran kamu yg ngelanjutin tau” Airin kembali berbisik pelan.

“ehem.., ehemmm”

Setelah pura-pura berdehem beberapakali aqu mulai membaca. Entah kenapa aqu merasa geli saat mengucapkan kata control, he he he, untung saja lidahku tidak sampat terpeleset, kalau saja lidahku sampai terpeleset mengucapkan sebuah benda di selangkangan mang Jambrong kan bisa gempar nich ^_^, Aqu membaca sambil menahan tawa, akhirnya setelah berjuang mati-matian giliranku pun usai.

“hssshhh…” aqu mendesis saat sebuah cubitan pedas mampir di pinggangku.

“kalau lagi belajar yg serius,…”

“Hssshhh…” Airin mendesis sambil menarik lengannya yg balas kucubit

“C-takk…”

“uffhh..”

Aqu menarik dadaqu saat sebuah karet menembak dibagian yg kubagagan, aqu mendelik ke arah si penembak yg cengengesan, ia duduk sejajar di depan Airin..

“he he he…” Shanti terkekeh,

“Krettt… Krrittttt….!!Kriitttt…” terdengar suara berderitan saat ia menggeserkan bangku maju ke depan hingga buah dadanya menempel pada meja untuk menghindari tendanganku yg mencoba menendang pinggulnya dari belakang.

“COBA YG TIDAK MAU BELAJAR!!, SILAHKAN KELUAR..YA!!” Ibu Grace membentak keras, pertarungan sengit antara aqu, Airin dan Shantipun segera terhenti, kami bertiga tertunduk tanpa berani membalas tatapan mata Bu Grace yg dingin, bunyi lonceng sekolah menyelamatkan kami bertiga dari hukuman Bu Grace.

“dasar perawan tua , meow meow…” Shanti mengeong meledek Bu Grace.

“Belum merasakan sentuhan laki-laki sihh, jadi galaknya gag ketulungan, belum tahu arti kenikmatan” tanpa sadar aqu keceplosan mengucapkan hal yg seharusnya tidak pantas aqu ucapkan..

“Iya betul tuhh..!! Eittt….tar dulu.., emangnya kamu pernah ya??”

Airin mengintrogasiku, ia menatapku dgn tatapan mata menyelidik.

“HAhh ?? apaan…?? Enak aja..!! ” aqu memalingkan wajahku kearah lain.

“Sama siapa ?? gimana rasanya?? enak gag?? “ Shanti ikut bertanya, ia semakin antusias ikut menyelidikiku

“Fiola cerita dongg, sama siapa ?? ayooo dooonggg” Airin merengek agar aqu membagikan pengalamanku.

Akhirnya dgn terpaksa aqu bercerita dgn suara berbisik-bisik, Airin dan Shanti mendengarkan ceritaqu. Wajah mereka merona merah karena merasa jengah dan risih mendengar apa yg terjadi antara aqu dan Mang Jambrong, untuk beberapa saat lamanya aqu, Airin dan Shanti hanya terdiam. Ceritaqu memang sudah usai namun efeknya menjalar hebat menghangati badan kami bertiga, tanpa banyak ber ba – bi – bu, kami bertiga meninggalkan ruangan kelas yg sepi, Airin dan Shanti pulang saling menyusul dgn dijemput oleh sopir mereka, kuperhatikan dari kejauhan mang Jambrong mengayuh becaknya, dia sopirku T_T.

“ayo nonn, kita… he he he” Mang Jambrong tidak melanjutkan kata-katanya,
Aqu menekuk wajahku dalem-dalem, tanpa bicara aqu naik dan duduk di bangku becaknya. Setelah sampai, mang Jambrong mengikat becaknya pada teralis besi yg memagari rumahku, ia pura-pura mengaso di dalem becak. Setelah keadaan aman ia menyelinap masuk ke dalem. Detak jantungku berdebar dgn kencang saat mendengar suara langkah-langkah kaki menghampiri kamarku, pintu kamarku terbuka lebar dan tertutup dgn suara keras, “Brakkk…”

Badanku terasa mencair saat Mang Jambrong menyergapku, tangannya mencapit pinggangku yg ramping dgn gampangnya ia mengangkat dan mendesakkan badanku menggantung pada dinding kamar. Wajahku sejajar dgn wajahnya, mulutnya langsung memangut dan melumati mulutku, gejolak birahi begitu hebat merayapi badanku hingga sepasang kakiku melejang-lejang di udara.

“aa-aduhh oummm…, emufffhhh. Emuffff, eummmmhhhhh…” suara keluhanku ditelan oleh mulut Mang Jambrong, ia begitu raqus menghisap-hisap mulutku.

Nikmat sekali rasanya saat mulut mang Jambrong mengulumi mulutku, tanpa melepaskan kulumannya gagang lidah Mang Jambrong memaksa menyeruak kedalem mulutku dan mencoba untuk membelit-melit lidahku. Aqu semakin tersiksa oleh rasa sesak dan juga terhanyut oleh rasa nikmat, aqu menggigit lidahnya untuk membebaskan sekapannya pada mulutku.

“Ataaatahhh…??!!, Hepphhhh…” Mang Jambrong menarik mulutnya, mulutnya agak manyun, aqu buru-buru menarik napas untuk mengisi rongga dadaqu yg kekurangan udara,tanpa mempedulikanku yg termegap-megap kehabisan napas. Gagang lidah mang Jambrong menari-nari di rahang dan telingaqu, sesekali ia melumat mulutku yg berdesahan, sekeliling mulutku terasa basah oleh air liur mang Jambrong, saat aqu sedang asik menikmati cumbuannya pada daun telinggaqu tiba-tiba.

“akhhsss, manggg, “ aqu menarik kepalaqu kesamping menghindari gigitan mang Jambrong pada daun telingaqu.

“Mang ..! jangan main gigit begitu dongg…!!” aqu cemberut.

“Lho ?? koq marah, Fiolakan tadi gigit lidah Mang Jambrong masa mang Jambrong gag boleh bales….hemm ?? cuphhh,, cupphh cuppphhh” Mang Jambrong mengecupi mulutku yg meruncing.

“Salah sendiri lidah mang Jambrong nyelenong seenaknya, gag minta izin dulu..” aqu menjawab ketus, mau memang sendiri, kumenarik kepalaqu kesamping untuk menghindari mulut mang Jambrong yg mengejar daun telinggaqu.

Badanku menggeliat kuat , meronta untuk melepaskan diri namun tampaknya cekalan kedua tanganku pada pinggulku terlampau kuat, perhanya saja aqu mencoba untuk meronta melepaskan diri darinya.

“aaaaaaa-ahh-ahhhhhhh Mangggggg…” aqu mendesah-desah saat ia kembali menggeluti daun telinggaqu

Aqu mencoba menggeleng-gelengkan kepalaqu saat rasa geli itu menggelitikidaun telinggaqu, badanku terasa menghangat saat mulut mang Jambrong mencumbui daun telinga, rahang dan sisi leherku sebelah kiri. Aqu menolehkan wajahku ke arahnya, kupangut mulutnya agar mulutnya dan lidahnya berhenti menggelitiki daun telingaqu, lidahku terjulur melawan desakan gagang lidah Mang Jambrong. Lidahku dan lidah Mang Jambrong saling menjilat, mendesak dan bergelut.
“Happp., nyemmmm, emmmhhhhh.. “

Saat mang Jambrong mencapluk gagang lidahku aqu mendesakkan wajahku hingga mulutku mendesak mulut mang Jambrong, suara decak-decak keras terdengar menggairahkan menaikkan birahiku bersamanya,suara rintihan tertahanku membuat mang Jambrong bertambah bernafsu mengulum mulutku.

“Manggg Jambrongnnnnn, Mannngggg….,ohhhh” suaraqu gemetar seperti orang yg sedang kedinginan, wajahku terangkat-angkat keatas menikmati cumbuan dan hisapan-hisapan mulut Mang Jambrong, terkadang aqu merasa mulutnya seperti sedang mengunyahi gagang leherku yg putih jenjang, wajahku terkulai ke kiri dan ke kanan saat tukang becak itu menyantap gagang leherku, menjilat, menghisap-hisap, mengecupi hingga aqu merintih menahan rasa geli yg membuatku semakin gelisah., sesekali aqu meringis saat merasakan gigitan-gigitan lembut Mang Jambrong.

Aqu tertunduk malu saat mang Jambrong menurunkan badanku, jari telunjuknya mengangkat daguku, ia mengecup keningku dan menarikku ke arah kasur.

“duduk disini Non…” Mang Jambrong duduk di pinggiran kasur, ia memintaqu untuk duduk di pangkuannya dalem posisi melintang agar lebih nyaman aqu mengaitkan lenganku pada lehernya
Tangan kiri mang Jambrong menopang punggungku sementara tangan kanannya menyelinap masuk ke dalem blous dan menggeraygi pahaqu.

“manggg..!!” aqu mencegah tangannya yg hendak mempreteli kancing baju seragamku.

“Fiola, Mang Jambrong pengen lihat buah dada, boleh ya?” mang Jambrong terus membujukku agar mau menuruti keinginannya.

“buka ya, liat dikitt.. ajaaaaa…”

Akhirnya aqu mengangguk.

“Tetapi Hanya sedikit kan mang..??janji ?”

“Iya mamang janji, hanya liat…dikit”

Mang Jambrong menyibakkan blous seragamku ke atas kemudian telapak tangannya mengelus-ngelus pahaqu yg halus mulus, aqu membuka sebuah kancing baju seragamku bagian atas.
“Ah, belum kelihatan, satu lagi…”

“satu ya mang…”

“Iya satuu, ayoo dibuka…”

Aqu melepaskan kancing baju seragamku yg kedua.

“belumm, masih belum kelihatan…satu lagi”

Aqu menekuk wajahku berusaha melihat kearah buah dadaqu.

“Sudah mang, kelihatan koq..”

“belumm satuuu aja, hanya satu lagi koq…”

“satu ya mang…., terakhir…”

“iyaaa.., satu aja , nahhh begituuu.., aduh masih belumm…”

Akhirnya satu per satu kancing baju seragamku terlepas dari lubangnya, entah aqu yg bodoh atau Mang Jambrong yg cerdik hingga aqu tidak menyadari seluruh kancing baju seragamku kini terlepas, dgn gerakan kilat mang Jambrong menyibakkan baju seragamku, kedua matanya melotot kearah dadaqu sambil berseru keras.

“ANJINGGG…!! WAHHHH !!!”

Mata mang Jambrong menatapku kemudian menatap bongkahan buah dadaqu yg mengintip dari pinggiran cup bra putih yg kukenakan, sepertinya ia hampir tidak percaya menyaksikan keindahan gundukan buah dadaqu yg padat dan putih.

“Ahh Mangggg…” aqu terperanjat saat tangan mang Jambrong menarik cup Bra kiri yg kukenakan kebawah, buah dadaqu melompat keluar dan tersangga oleh cup braqu. Tanganku melintang berusaha menyembunyikan buah dadaqu dari tatapan matanya yg liar.

“Uhhh ?? jangan mangg..!!ahhh, aduhhh..!! ee-ehhh…!!aww..!!“

Tangan kiriku mencekal pergelangan tangan Mang Jambrong yg hendak menarik celana dalemku, sementara tangan kananku menahan turunnya celana dalem berwarna krem yg kukenakan. Tangan mang Jambrong yg tadinya hendak menarik turun celana dalemku kini bergerak cepat keatas menangkap buntalan buah dadaqu. Aqu terdiam sambil memegangi celana dalemku kuat-kuat saat merasakan mang Jambrong meremas-remas buah dadaqu, keringatku mengucur, entah kenapa hari ini terasa begitu panas….

“Manggg, Mang Nurdhinnnn ii-ihhh…,adu-duh aaaa..”

“Gimana non, enakk ?? nge he he he”

Jari tengah mang Jambrong memutari putting buah dadaku yg mengeras, aqu merintih lirih akibat gerakan nakal yg dilaqukan mang Jambrong, ia meremas dan menggelitiki putting buah dadaku. Dadaqu terangkat saat tangan Mang Jambrong mendorong punggungku, wajahnya menunduk menghampiri buah dadaqu yg membusung ke atas.

Sekujur badanku serasa membeku sulit untuk kugerakkan saat mulutnya memayungi puncak buah dadaqu. Ada rasa hangat bercampur rasa taqut saat mulut Mang Jambrong mendekati puncak buah dadaqu.

“aaaa, AHHHHHHHHH….!!ennh ennmmMANGG, Ahhhh hsssh ahssshho-uhh” aqu mendesis keras saat mulutnya yg terbuka lebar mencucup puncak buah dadaqu.

“Aduhhh….!!” aqu mendorong kepalanya saat merasakan hisapan kuatnya pada puncak buah dadaqu.
“he he he, kenapa Non ?? “

“geli, mang, sudah ah, sudah, ahhh-emmmhh mmmhhhh….“

Mulut Mang Jambrong membekap mulutku yg protes ingin menyudahi permainan yg tidak sepantasnya kumainkan, suaraqu menghilang terbekap oleh mulutnya, kurasakan tangannya mengelusi pinggang dan meremas pinggulku kemudian turun menggeraygi kemulusan pahaqu. Aqu menggelepar saat mang Jambrong meremasi permukaan celana dalem di bagian selangkanganku.
“aaaaww.., crrr crrr crrr…”

Aqu memekik kecil, cairan kenikmatanku muncrat berdenyutan, selangkanganku terasa hangat, ada rasa lengket saat mang Jambrong mengurut-ngurut permukaan celana dalemku, dgn menggunakan punggung tangan aqu mengusap peluh yg mengucur di dahi dan rahangku.

“ahh…” aqu mendesah pendek saat ia membalikkan badanku ke arahnya.

Tangan mang Jambrong menarik cup braqu yg satunya lagi, kini kedua buntalan buah dadaqu yg padat membusung tertahan oleh cup braqu. Kedua tangannya yg kekar merengkuh pinggangku dan membelit bagaikan gelang yg melingkar mengunci badanku. Wajahnya mendekati dadaqu, aqu mendesah saat merasakan napas mang Jambrong memburu menerpa buah dadaqu, ada udara hangat yg menghembusi buah dadaqu dan aqu gelisah merasakan hembusan-hebusan napas hangat mang Jambrong, rasa taqut kembali mencekamku saat mulutnya menghampiri buah dadaqu sebelah kanan.
“Manggg, MAnggg Jambrong, eh-eh, Ow Ow Owwww…!!”

Aqu berusaha mendorong, menjauhkan kepala Mang Jambrong dari dadaqu, jika ia berusaha menjilat putingku sebelah kiri maka aqu menarik buah dadaqu sebelah kiri hingga terhindar dari jilatan lidahnya demikian juga halnya jika ia berusaha menjilat putting dadaqu sebelah kanan. Aqu terus mencoba meronta untuk melepaskan diri dari belitan kedua tangannya.

Semakin kuat aqu meronta semakin kuat pula mang Jambrong membelitkan kedua lengannya pada badanku, belitannya semakin kuat seperti akan meremukkan-ku, belitan lengan kekarnya mengendor saat aqu kecapaian dan berhenti meronta. Ia medekap badanku erat-erat seolah sedang mematenkan kepemilikannya atas diriku yg kini terdiam pasrah saat wajahnya menghampiri buah dadaqu, mulutnya memanguti puncak buah dadaqu.

“auhh, enh-nnnhhh ohh mangg Jambrongnnn…, aa-ampun mang Ampun akhh.. gelii”
Aqu mencoba menahan rasa geli saat mulut Mang Jambrong mengecupi buntalan buah dadaqu, kucuran keringat semakin banyak melelehi belahan buah dadaqu. Mang Jambrong menjilati lelehan keringatku sambil mengecupi belahan buah dadaqu, habis sudah buntalan buah dadaqu dihisap dan dicumbui olehnya. Berkali-kali wajahku terangkat keatas dgn kedua mata terpejam menikmati jilatan-jilatan gagang lidahnya pada putting buah dadaku yg keras meruncing, semakin sering pula badanku terbungkuk-bungkuk menahan rasa nikmat saat mulutnya mengenyot-ngenyot puncak buah dadaqu bergantian yg kiri dan yg kanan.

Kedua telapak tanganku menjepit wajah mang Jambrong kemudian mengangkat wajahnya, kujulurkan gagang lidahku mendesak mulut seorang tukang becak yg wajahnya sangat jauh dari kata tampan, kupanguti mulut Mang Jambrong, ia membalas pangutan-pangutanku.

Dgn mesra mulutku dan mulutnya saling mengulum, dgn membawa badanku mang Jambrong menggeser badannya, ia berbaring dibawah tindihan badanku yg mungil,perlahan kuturunkan sepasang buah dadaqu mendesak dada mang Jambrong, tangan kanan mang Jambrong menekan punggungku hingga dadaqu semakin tergencet menekan dadanya, kugerakkan buah dadaqu menggeseki dada mang Jambrong yg berbulu lebat.

Aqu menurut saat diposisikan menungging bertumpu pada dengkul dan telapak tanganku sementara wajah mang Jambrong bergeser dan berhenti tepat ke bawah buah dadaqu yg menggantung, kurasakan kedua tangannya mengelusi dan meremas-remas buah dadaqu, punggungku ditekan hingga buah dadaqu turun kebawah, putting buah dadaku jatuh kedalem mulut mang Jambrong, nyot.., nyotttt…! Ia mengenyot buah dadaku kuat-kuat.

“aduhh mangg, aduhhhh, adu-du-duh!!” aqu mengaduh berkali-kali sambil merusaha mengangkat buah dadaqu dari mulut mang Jambrong,

Gerakan punggungku tertahan oleh tangannya, aqu menjerit kecil, sekujur badanku mengejang hebat saat mulutnya mengemut-ngemut puncak buah dadaqu dan lidahnya menggelitiki putik buah dadaku yg runcing karena terangsang. Napasku terengah-engah menahan rasa nikmat saat ia menyusu dgn raqus pada buah dadaqu yg ranum, aqu seakan dipaksa untuk merintih dan terus merintih menahan kenyotan-kenyotan mulut mang Jambrong yg terasa geli dan nikmat.

“Ouhhh…, Owwwww…!!!! “

Aqu buru-buru menggulingkan badanku ke samping, tanganku menahan celana dalemku, dgn kasar ia membetot celana dalemku. Aqu menjerit saat celana dalemku terbetot lepas, terlolos melewati pergelangan kakiku, dgn napas yg memburu Mang Jambrong menindih badanku yg sudah setengah telanjang. Aqu terus meronta di bawah tindihan badan Mang Jambrong yg semakin bernafsu menggeraygi dan menciumiku.

“Egag , Gag mauuu…!!” dgn sekuat tenaga aqu meronta dan mendorong badan mang Jambrong
Aqu berguling dan melompat dari atas kasur, aqu berusaha berlari keluar dari dalem kamar saat mang Jambrong mengejarku.

“TIDAKK…!! Aaaahhh Hummphhh, MHEEMMMMPHHH…!!” aqu menjerit ketaqutan dan tangan kekar itu membekap mulutku dan yg satunya membelit badanku dari arah belakang.

“Nonn, tenang Non, tenanggg….” Mang Jambrong berusaha menenangkanku, setelah aqu mengangguk, ia melepaskan bekapan tangannya pada mulutku.

“J-jangan mang, sudah…, sudahhh….”

Aqu menepiskan tangannya yg menggeraygi badanku.

“Non Fiola, Mang Jambrong janji gag akan ngapa-ngapain Non Fiola…, tetapi tolong biarkan mang Jambrong nyicipin memeknya Non Fiola, sebentar aja…, mang Jambrong pengen ngisepin memeknya Non Fiola, hanya oral koq gag akan lebih dari itu..”

“T-tetapi Mang, Saya taqut..hhk hkkkk…”

“Aduhh, jangan nangis Non…., sini Non…, dijamin enak”

“Gagk Maa…UUU…!!keluar mang..!!, KELUAR atau saya teriak Nihhh..!!“

Aqu menepiskan tangannya dgn kasar dan mengusir Mang Jambrong, wajah mesum mang Jambrong berubah panik dan ketaqutan, dgn terburu-buru ia keluar dari dalem kamarku.

“Cklekkk…” secepat kilat aqu menutupkan dan mengunci pintu kamarku , aqu bersandar pada daun pintu kamarku yg terkunci rapat, jantungku berdetak dgn kencang “dig dugg.diggg duggg diggg dugggg…” Perlahan-lahan badanku merosot turun, aqu meringkuk sambil memeluk kedua lututku. Aqu benar-benar ketaqutan dgn apa yg baru saja kulaqukan bersama seorang tukang becak yg tentu saja statusnya jauh sekali dibawahku. Sayup-sayup aqu mendengar suara seseorang membuka dan menutupkan pintu pagar rumahku.